Haluannews Ekonomi – Fenomena mengejutkan mengguncang pasar kripto: perusahaan-perusahaan besar dunia berlomba-lomba menimbun Bitcoin (BTC). Bukan hanya perusahaan teknologi, namun juga entitas dari berbagai sektor, mengikuti jejak strategi "penimbunan" yang terbukti mampu mendongkrak harga saham secara signifikan. Haluannews.id mencatat, berdasarkan data BitcoinTreasuries.net, jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan telah melesat hampir 170% sepanjang tahun lalu. Sekitar 130 perusahaan tercatat memiliki Bitcoin senilai US$ 87 miliar, atau sekitar 3,2% dari total Bitcoin yang beredar.

Related Post
Tren ini dipicu oleh langkah berani Michael Saylor, CEO MicroStrategy, yang mengubah perusahaannya menjadi kendaraan investasi Bitcoin. Strategi ini terbukti efektif, mengakibatkan kapitalisasi pasar MicroStrategy meningkat 1,6 kali lipat dari nilai kripto yang dimilikinya. Perusahaan-perusahaan di AS, Jepang, dan Prancis pun mengikuti jejak ini, menjual saham dan obligasi untuk kemudian menginvestasikan hasilnya ke Bitcoin. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini menjadi pemain utama di pasar kripto, turut mendorong harga Bitcoin hingga menembus rekor di atas US$ 110.000 beberapa waktu lalu. Bahkan, perusahaan media milik keluarga Trump pun ikut serta, seolah ingin memanfaatkan janji Presiden AS untuk menjadikan negara tersebut sebagai "ibu kota kripto dunia".

Meskipun beberapa perusahaan fokus pada pembelian Bitcoin, lainnya tetap menjalankan bisnis utama sambil secara simultan menimbun Bitcoin. Menariknya, banyak perusahaan ini memiliki nilai pasar jauh lebih tinggi daripada nilai Bitcoin yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan untuk terus membeli Bitcoin, sekaligus mendorong harga saham dan menghasilkan lebih banyak uang. Para pendukung strategi ini menyebutnya sebagai "kesalahan uang tak terbatas".
Namun, strategi "Bitcoin treasury" ini belum teruji dalam kondisi penurunan harga kripto jangka panjang. Potensi kesulitan pembayaran utang yang digunakan untuk membeli Bitcoin menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan.
Berikut beberapa perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar (perusahaan kripto yang memegang Bitcoin sebagai bagian dari operasional bisnisnya, seperti bursa atau penambang, dikecualikan):
- MicroStrategy: Memiliki 592.100 BTC.
- Twenty One Capital: Memiliki 37.230 BTC.
- Tesla: Memiliki 11.509 BTC.
- Metaplanet: Memiliki 10.000 BTC.
- Block: Memiliki 8.584 BTC.
- Next Technology Holding: Memiliki 5.833 BTC.
- Gamestop: Memiliki 4.710 BTC.
- Semler Scientific: Memiliki 4.449 BTC.
Perkembangan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam lanskap investasi. Apakah tren ini akan berlanjut atau justru akan mengalami koreksi? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar