Rahasia Martina Berto Hadapi Lesunya Daya Beli!

Rahasia Martina Berto Hadapi Lesunya Daya Beli!

Haluannews Ekonomi – PT Martina Berto Tbk (MBTO), produsen kosmetik dan obat tradisional, menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 17% pada 2025. Target ambisius ini diusung di tengah rapor merah kinerja kuartal I-2025 yang menunjukkan rugi bersih Rp 5,9 miliar. Strategi apa yang diandalkan MBTO untuk mencapai target tersebut di tengah lesunya daya beli masyarakat?

COLLABMEDIANET

Direktur Utama MBTO, Bryan Tilaar, mengungkapkan kunci keberhasilan terletak pada inovasi produk. Perusahaan fokus mengembangkan produk kosmetik dan perawatan kecantikan yang tepat sasaran bagi pasar perempuan Indonesia. Selain itu, MBTO gencar memanfaatkan platform online dan meningkatkan strategi pemasaran digital untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat.

Rahasia Martina Berto Hadapi Lesunya Daya Beli!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Di tengah perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli, kami melihat peluang besar dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan diri (personal care) dan kecantikan (beauty care)," ujar Tilaar dalam wawancara eksklusif di program Squawk Box Haluannews.id (Rabu, 02/07/2025). MBTO fokus mengeksploitasi tren ini untuk mendongkrak penjualan.

Lebih lanjut, Tilaar menjelaskan bahwa strategi ini merupakan respons adaptif terhadap tantangan ekonomi terkini. Inovasi produk dan penetrasi pasar digital menjadi senjata utama MBTO untuk mempertahankan pangsa pasar dan mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bergantung pada strategi konvensional, tetapi juga beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku konsumen.

Dengan strategi yang terukur dan fokus pada inovasi serta pemasaran digital, MBTO optimistis dapat melewati tantangan ekonomi dan mencapai target pertumbuhan penjualan yang ambisius di tahun 2025. Perusahaan ini membuktikan bahwa keuletan dan strategi yang tepat dapat menjadi kunci sukses di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar