Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap menerbitkan Patriot Bond, instrumen pembiayaan strategis senilai Rp50 triliun melalui mekanisme private placement. Surat utang ini tidak ditawarkan kepada publik, melainkan secara eksklusif kepada sejumlah konglomerat dan kelompok usaha besar di Indonesia.

Related Post
Kehadiran Patriot Bond disambut antusias oleh para taipan Indonesia. Prajogo Pangestu dari Grup Barito melihatnya sebagai peluang emas bagi dunia usaha untuk berkontribusi aktif dalam transformasi ekonomi nasional. "Pembangunan Indonesia adalah tanggung jawab bersama," tegas Prajogo dalam keterangan tertulis yang diterima Haluannews.id. "Patriot Bonds memberi kesempatan bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam transformasi ekonomi nasional."

Senada dengan Prajogo, Franky Widjaja dari Sinar Mas Grup menekankan percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif sebagai dampak positif penerbitan surat utang ini. "Instrumen ini memberi kepastian investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan yang inklusif bagi masyarakat luas," ungkap Franky.
Garibaldi ‘Boy’ Thohir dari Grup Adaro juga turut memberikan apresiasi. Ia menilai Patriot Bond merepresentasikan semangat gotong royong dan akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya proyek waste-to-energy yang didanainya. "Patriot Bonds mencerminkan semangat gotong royong. Apalagi instrumen ini akan mendanai proyek waste-to-energy yang sangat dibutuhkan rakyat Indonesia," ujar Boy.
Patriot Bond yang ditawarkan dalam tenor 5 dan 7 tahun dengan kupon sekitar 2%, akan difokuskan untuk mendukung proyek transisi energi, terutama pemanfaatan limbah menjadi energi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pembiayaan nasional dan memperluas basis pembiayaan domestik.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar