Rahasia di Balik Keberhasilan Jhonlin Agro Raya!

Rahasia di Balik Keberhasilan Jhonlin Agro Raya!

Haluannews Ekonomi – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), kembali menarik perhatian. Bukan hanya karena kepemimpinan Jhony Saputra, anak Haji Isam yang masih muda, sebagai Komisaris Utama, tetapi juga karena kinerja keuangannya yang mencengangkan. Haluannews.id mengulas seluk-beluk bisnis JARR yang mampu meraup untung besar.

COLLABMEDIANET

Berdiri sejak 2014 dan beroperasi secara komersial pada 2019, JARR fokus pada pengelolaan perkebunan kelapa sawit, termasuk industri biodiesel dan minyak goreng. Setelah merger dengan PT Jhonlin Agro Lestari dan IPO pada Agustus 2022, perusahaan ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Rahasia di Balik Keberhasilan Jhonlin Agro Raya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

JARR memiliki pabrik biodiesel dengan kapasitas 1.500 ton per hari (TPD), pabrik minyak goreng (250 TPD), dan pabrik kelapa sawit (60 TPD). Mereka mengelola lahan sawit seluas 27.936 hektare (HGU), dengan luas tanam mencapai 17.964 hektare dan rencana penambahan 700 hektare pada 2025. Keunggulan lain adalah aset pelabuhan dengan kapasitas bongkar muat yang mumpuni.

Produk unggulan JARR meliputi fatty matter, gliserin, FAME, RBDP stearin, PFAD, CPO, dan minyak goreng merek JAR. Pada kuartal I-2025, penjualan bersih mencapai Rp 849,09 miliar, naik 2,67% (yoy). Laba bruto pun melonjak 85,8% (yoy) menjadi Rp 121,25 miliar, berkat penurunan beban pokok penjualan. Setelah dikurangi beban operasional dan pajak, laba bersih mencapai Rp 59,73 miliar, meningkat 98,23% (yoy).

Pencapaian ini didorong oleh penjualan FAME yang mencapai 59% dari target tahunan, serta penjualan produk lain seperti crude glycerine, palm fatty acid distilate, dan kernel. JARR optimistis dapat mencapai target laba tahunan sebesar Rp 312 miliar, dengan strategi peningkatan efisiensi pabrik biodiesel hingga 60%-70%, peningkatan produksi CPO internal, dan perluasan pasar minyak goreng.

Strategi JARR untuk meningkatkan produksi CPO internal dari 15% menjadi 20%-25% pada 2025 akan menekan biaya produksi. Ekspansi penjualan minyak goreng ke Kalimantan Tengah dan Timur juga menjadi kunci pertumbuhan. Keberhasilan JARR menjadi bukti potensi sektor kelapa sawit dan biodiesel di Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar