Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menunjukkan keyakinan kuat terhadap prospek kinerjanya di masa depan, terutama memasuki tahun 2026 dan seterusnya. Optimisme ini didasari oleh keberhasilan program transformasi komprehensif yang telah berjalan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, bahkan secara lugas mengajak para pemangku kepentingan, termasuk investor, untuk melihat saham BBRI sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang, seperti dikutip dari Haluannews.id pada Kamis (1/1/2026).

Related Post
"Sudah lebih dari delapan bulan kami mengimplementasikan transformasi ini. Hasilnya mulai terlihat nyata, dan kami berharap pada tahun 2026-2027, BRI akan mampu ‘take-off’ dan melaju dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ujar Hery Gunardi. Ia menegaskan bahwa perubahan fundamental semacam ini memerlukan durasi dan konsistensi agar dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan terhadap performa perusahaan.

Transformasi yang diusung BRI tidak hanya terbatas pada aspek bisnis semata, melainkan juga merambah berbagai pilar pendukung esensial. Ini meliputi pembenahan operasional, penguatan teknologi, optimalisasi permodalan, hingga revitalisasi merek. "Yang terpenting adalah perubahan pola pikir (mindset) dan pembentukan budaya kerja yang kokoh. Hal ini akan berbanding lurus dan menjadi pendorong utama kinerja perusahaan," jelas Hery. Oleh karena itu, ia memperkirakan proses transformasi ini membutuhkan setidaknya sekitar dua tahun untuk membuahkan hasil yang optimal.
Sebelumnya, pada Juli 2025, BRI telah meluncurkan program transformasi strategis bernama BRIVolution Reignite. Inisiatif ini dirancang untuk mengantarkan BRI menuju fase pertumbuhan yang lebih efisien, berpusat pada nasabah (customer centric), dan berkelanjutan. Hery merinci, salah satu fokus utama transformasi ini adalah pada sisi pendanaan (funding). Tujuannya adalah memperbaiki struktur pendanaan dengan meningkatkan rasio dana murah (CASA) guna menekan biaya dana (cost of fund).
Di sisi penyaluran kredit dan pinjaman, BRI terus berupaya memperkuat segmen mikro, konsumen, usaha kecil dan menengah (UKM), serta komersial. Transformasi juga menyentuh aspek operasional, dengan fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Selain itu, dari perspektif sumber daya manusia, BRI secara konsisten memperbaiki kualitas data dan sistem, memperbarui sistem manajemen talenta, serta menguatkan manajemen kinerja, termasuk melalui sistem penghargaan (reward) yang lebih efektif.
Teranyar, pada Selasa (16/12), perseroan meluncurkan Corporate Rebranding sebagai bagian integral dari agenda transformasi menyeluruh. Langkah ini krusial untuk memastikan relevansi dan daya saing jangka panjang BRI di tengah dinamika lanskap industri keuangan yang terus berubah. "Melalui Corporate Rebranding, BRI menegaskan posisinya sebagai bank universal yang tetap berakar kuat pada sektor UMKM dan DNA ekonomi kerakyatan, namun sekaligus adaptif terhadap akselerasi digital, dinamika kebutuhan nasabah, dan tuntutan tata kelola berkelanjutan," pungkas Hery. Ia menambahkan bahwa rebranding ini bukan sekadar pembaruan identitas visual, melainkan cerminan perubahan cara berpikir, cara bekerja, serta cara BRI menghadirkan nilai bagi nasabah, investor, pelaku UMKM, dan perekonomian nasional secara lebih relevan dan inklusif.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar