Haluannews Ekonomi – Kisah inspiratif datang dari seorang petani sederhana asal Trenggalek, Jawa Timur, bernama Suradji. Di tahun 1991, ia tak menyangka nasib baik menghampirinya. Suradji memenangkan undian Sumbangan Sosial Dermawan Berhadiah (SDSB) dengan nilai fantastis, mencapai Rp1 miliar.

Related Post
Alih-alih menikmati sendiri, Suradji memilih jalan mulia. Ia menggunakan uang tersebut untuk membantu warga di kampung halamannya, Dusun Telasih, Parakan, Trenggalek. Kala itu, akses transportasi sangat memprihatinkan. Warga harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi jembatan bambu yang rapuh untuk beraktivitas sehari-hari.

Tergerak oleh kondisi tersebut, Suradji membangun jembatan permanen dari hasil kemenangannya. Seperti yang diberitakan Suara Pembaruan pada 9 November 1991, pembangunan jembatan itu menelan biaya Rp117 juta. Jembatan tersebut diberi nama Jembatan SDSB, sebagai simbol sumbangsihnya kepada masyarakat.
Keputusan Suradji ini sontak membuatnya menjadi buah bibir. Media massa beramai-ramai memberitakan kisah inspiratifnya. Perlu diingat, Rp1 miliar di tahun 1991 adalah jumlah yang sangat besar. Dengan uang itu, Suradji bisa membeli belasan rumah mewah di Pondok Indah atau 50 kg emas. Jika dikonversikan ke nilai sekarang, uang tersebut setara dengan Rp100 miliar.
SDSB sendiri merupakan kebijakan pemerintah Orde Baru yang melegalkan perjudian melalui undian. Masyarakat membeli kupon, sebagian dana digunakan untuk pembangunan, dan sebagian lagi diundi sebagai hadiah. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan pemerintah. Banyak yang terjerat hutang dan menjual harta benda demi membeli kupon SDSB.
Meskipun demikian, kisah Suradji tetap menjadi pengingat tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, terlepas dari kontroversi di balik sumber dananya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar