Pernyataan Netanyahu Bikin Minyak Dunia Terjun Bebas, Ini Dalangnya!

Pernyataan Netanyahu Bikin Minyak Dunia Terjun Bebas, Ini Dalangnya!

Haluannews Ekonomi – Harga minyak mentah global mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengklaim Iran sedang "dihancurkan" dan konflik akan berakhir lebih cepat dari perkiraan pasar. Pernyataan tersebut berhasil meredakan sebagian besar kecemasan investor terhadap potensi disrupsi pasokan energi global.

COLLABMEDIANET

Sentimen positif juga muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan bahwa pasukan Israel tidak akan lagi menargetkan infrastruktur energi Teheran. Sikap ini diambil menyusul serangan terhadap ladang gas utama Iran pada Rabu, yang memicu ancaman balasan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk.

Pernyataan Netanyahu Bikin Minyak Dunia Terjun Bebas, Ini Dalangnya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, eskalasi konflik yang kini memasuki minggu keempat masih menyelimuti pasar saham global dengan kekhawatiran tinggi terhadap sektor energi. Harga minyak sempat bertahan di kisaran US$100 per barel, sementara harga gas melonjak drastis di tengah penutupan efektif Selat Hormuz, arteri vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Dalam konferensi persnya, Netanyahu menggarisbawahi posisi unggul Israel dan Amerika Serikat, seraya menegaskan bahwa Iran tidak lagi memiliki kapasitas untuk memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik. Ia juga menyatakan perang akan usai jauh lebih cepat dari perkiraan, tanpa memberikan rincian waktu yang pasti. Lebih lanjut, Netanyahu menyebut Israel akan membantu Amerika Serikat mengamankan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak dan gas global. Pernyataan ini muncul setelah Washington menegaskan tidak menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari.

Kontrak utama minyak dunia tercatat turun pada Jumat, meskipun sempat memangkas kerugian di akhir perdagangan. Minyak Brent ditutup di kisaran US$108 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$94 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat meroket hingga US$119 per barel setelah Teheran menyerang sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk. Serangan tersebut merupakan balasan atas aksi Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran.

Presiden Trump mengungkapkan telah meminta Netanyahu untuk tidak menyerang ladang gas Iran dan memastikan langkah tersebut tidak akan dilanjutkan. Ia juga memperingatkan Teheran bahwa militer AS akan menghancurkan fasilitas South Pars jika serangan terhadap Qatar tidak dihentikan. Ancaman ini dibalas Iran dengan peringatan tanpa batas jika infrastrukturnya kembali diserang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar