Haluannews Ekonomi – PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) angkat bicara mengenai potensi perang suku bunga deposito di sektor perbankan, terutama setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan dan pemerintah menyuntikkan dana ke bank-bank Himbara.

Related Post
BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak lima kali sepanjang tahun ini, hingga mencapai 4,75%. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga telah tiga kali menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP), yang kini berada di 3,5% untuk simpanan rupiah di bank umum.

Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi, menyatakan bahwa tren penurunan suku bunga acuan ini akan berdampak pada penurunan suku bunga di bank-bank digital. Bank Raya sendiri telah memulai penyesuaian suku bunga secara bertahap.
"Hingga Semester II-2025, dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas Bank Raya, kondisi industri, serta suku bunga kompetitor, Bank Raya telah memulai penyesuaian suku bunga. Penyesuaian ini akan dilakukan secara berkala," ujar Rustarti dalam keterangan resminya, Selasa (7/10/2025). Saat ini, Bank Raya menawarkan bunga deposito maksimal 5% per tahun melalui produk Saku Jaga Optimal.
Sebagai informasi tambahan, induk Bank Raya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), menerima suntikan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun pada 12 September lalu, sebagai bagian dari program penempatan dana pemerintah senilai Rp200 triliun kepada Himbara.
Rustarti menambahkan bahwa Bank Raya fokus bersinergi dengan BRI Group untuk mendorong pertumbuhan bisnis digital melalui produk unggulan seperti Aplikasi Raya untuk digital saving, serta Pinang Dana Talangan dan Pinang Flexi untuk digital lending. Produk-produk ini diklaim unggul dalam memenuhi kebutuhan transaksi perbankan masyarakat karena mudah diakses dan memiliki tenor yang lebih pendek.
Rustarti optimis bahwa kinerja Bank Raya akan terus tumbuh positif ke depan. "Saat ini kami berfokus pada strategi eksploitasi untuk ekspansi bisnis pada pasar dan ekosistem eksisting, yaitu BRI Group. Namun, kami juga melakukan perluasan atau strategi eksplorasi pada ekosistem-ekosistem bisnis baru untuk menangkap peluang bisnis baru dengan terus mengembangkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah secara berkelanjutan," pungkasnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar