OJK Genjot Manajemen Risiko Internal, Apa Dampaknya?

OJK Genjot Manajemen Risiko Internal, Apa Dampaknya?

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat benteng pertahanan internalnya melalui peningkatan fungsi manajemen risiko. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, mengungkapkan bahwa langkah ini diimplementasikan melalui Sistem Informasi Governance, Risk, and Compliance (SI-GRC) yang lebih canggih.

COLLABMEDIANET

Fokus utama dari penguatan ini adalah identifikasi risiko-risiko krusial, perencanaan dan pemantauan mitigasi yang lebih efektif, penyediaan alat bantu yang mumpuni, serta pelaporan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.

OJK Genjot Manajemen Risiko Internal, Apa Dampaknya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Salah satu upaya krusial adalah enhancement data pada SI-GRC," ujar Sophia dalam konferensi pers virtual, Senin (4/8/2025).

SI-GRC kini mengintegrasikan empat sistem informasi vital, mencakup pelaporan verifikasi, manajemen risiko, pengendalian kualitas, dan audit internal, ke dalam satu platform terpadu. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan data lintas unit, meningkatkan efisiensi proses bisnis OJK secara keseluruhan, dan menghasilkan pelaporan yang lebih komprehensif.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, OJK menyelenggarakan forum Risk and Quality Officer pada 24 Juli 2025. Forum ini bertujuan untuk memperkenalkan hasil peningkatan data aplikasi SI-GRC sebagai sistem pelaksanaan manajemen risiko yang terintegrasi dan menyeluruh.

Diskusi panel dalam forum tersebut menghadirkan narasumber eksternal dari Kementerian Keuangan dan internal OJK. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman mengenai inovasi dan manfaat penerapan sistem informasi terhadap akurasi data, efisiensi kerja, akuntabilitas pengelolaan risiko, strategi peningkatan kapasitas, serta rencana pengembangan teknologi lanjutan dalam manajemen risiko, termasuk pemanfaatan data lintas dan kecerdasan buatan (AI).

Sophia menekankan bahwa peran fungsi GRC mencakup tiga dimensi utama: inside (di dalam organisasi), foresight (pandangan ke depan), dan oversight (pengawasan).

"Inisiatif ini adalah wujud komitmen berkelanjutan OJK untuk memperkuat akuntabilitas dan kapasitas organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi secara efektif dan efisien," pungkasnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar