Nilai Rupiah Mau Dipangkas? Intip Negara yang Pernah ‘Obral’ Nol!

Nilai Rupiah Mau Dipangkas? Intip Negara yang Pernah 'Obral' Nol!

Haluannews Ekonomi – Wacana redenominasi rupiah kembali mencuat, seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025. Langkah ini bertujuan menyederhanakan nilai mata uang, dengan menghilangkan beberapa angka nol di belakangnya. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa negara di dunia pernah melakukan redenominasi dengan skala yang jauh lebih besar?

COLLABMEDIANET

Redenominasi bukan barang baru di dunia ekonomi. Beberapa negara tercatat pernah melakukan aksi serupa, bahkan dengan menghilangkan belasan angka nol sekaligus. Zimbabwe menjadi salah satu contoh ekstrem, dengan tiga kali redenominasi akibat hiperinflasi yang dahsyat. Pada tahun 2009, satu dolar Zimbabwe keempat setara dengan 10 septillion (1 x 10^25) dolar pertama.

Nilai Rupiah Mau Dipangkas? Intip Negara yang Pernah 'Obral' Nol!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hungaria mencatatkan rekor redenominasi terbesar dalam sejarah. Pada tahun 1946, mata uang pengő diubah menjadi forint dengan nilai tukar 400 oktillion banding 1. Saat itu, uang kertas dengan denominasi tertinggi bernilai 20 oktillion pengő, namun hanya setara dengan US$0,0435.

Yunani juga mengalami redenominasi besar pada tahun 1944, pasca pembebasan dari penjajahan Axis. Drachma Yunani didenominasi ulang sebanyak 50 miliar kali akibat hiperinflasi. Yugoslavia pun tak ketinggalan, dengan empat redenominasi besar antara tahun 1992-1994.

Negara-negara lain seperti Jerman, China, Nikaragua, Zaire (Kongo), Bolivia, dan Peru juga pernah merasakan pahitnya hiperinflasi dan melakukan redenominasi sebagai solusi. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan ekonomi dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang.

Lantas, apakah redenominasi rupiah akan menjadi solusi jitu untuk meningkatkan efisiensi perekonomian Indonesia? Kita tunggu saja realisasinya di tahun 2027 mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar