Haluannews Ekonomi – Perkembangan teknologi digital yang pesat ternyata juga dibarengi dengan peningkatan kejahatan siber. Modus penipuan online semakin canggih dan licik, seperti yang dialami oleh rapper kenamaan Endru March Sukardi. Ia menjadi korban penipuan berkedok petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melalui Mobile Banking BCA. Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin beragam.

Related Post
Endru, yang ingin memperbarui E-KTP-nya yang sudah pudar, mencari solusi online. Ia kemudian dihubungi oleh seorang penipu yang mengaku sebagai petugas Dukcapil Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan. Pelaku berhasil meyakinkan Endru dengan menyebutkan data pribadinya secara detail, termasuk NIK, tanggal lahir, dan alamat.

Korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi dari situs web yang tampak seperti situs resmi pemerintah. Setelah melakukan video call, pelaku meminta transfer dana Rp 10.000 untuk biaya materai. Endru sempat ragu karena rekening tujuan bukan atas nama instansi, melainkan perorangan. Namun, pelaku beralasan rekening tersebut milik rekannya yang akan membeli materai.
Yang mengejutkan, setelah transfer dilakukan melalui Mobile Banking BCA, bukan Rp 10.000 yang terkirim, melainkan Rp 5,2 juta! Layar ponsel Endru tiba-tiba gelap dan beralih ke aplikasi verifikasi E-KTP palsu. Ketika Endru memprotes, pelaku membantah keterlibatan Dukcapil dalam penipuan tersebut.
Kejadian ini membuat Endru langsung memblokir rekeningnya dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya verifikasi informasi dan kehati-hatian dalam bertransaksi online, terutama yang melibatkan data pribadi dan transfer dana. Jangan mudah terbujuk rayuan pelaku yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Selalu pastikan keabsahan informasi dan hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar