Minyak Dunia Loyo! AS Jadi Biang Keroknya?

Minyak Dunia Loyo! AS Jadi Biang Keroknya?

Haluannews Ekonomi – Harga minyak dunia pagi ini cenderung datar, bahkan cenderung melemah. Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.40 WIB, harga minyak Brent tercatat US$67,42 per barel, sedikit turun dari US$67,44 pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di US$63,54 per barel, juga mengalami penurunan tipis dari US$63,57. Pergerakan ini terjadi setelah penurunan harga yang lebih signifikan sehari sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Meskipun The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin—langkah yang secara teori seharusnya mendorong konsumsi energi—pasar minyak justru menunjukkan reaksi sebaliknya. Data permintaan bahan bakar di Amerika Serikat yang mengecewakan menjadi penyebab utama. Kenaikan persediaan minyak mentah AS sebesar 4 juta barel, jauh melampaui proyeksi 1 juta barel, memicu kekhawatiran akan melemahnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar dunia.

Minyak Dunia Loyo! AS Jadi Biang Keroknya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penguatan dolar AS juga turut menekan harga minyak. Indeks dolar AS naik 0,43% ke level 97,37, menguat terhadap franc Swiss dan yen Jepang. Kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang AS semakin mempersempit ruang gerak penguatan harga minyak.

Di sisi lain, kebijakan fiskal baru Rusia yang bertujuan melindungi anggaran negara dari fluktuasi harga minyak sempat menenangkan pasar. Namun, pernyataan Presiden AS yang kembali menekankan preferensi harga minyak rendah, melemahkan sentimen positif tersebut.

Meskipun harga minyak bergerak tipis pagi ini, baik Brent maupun WTI masih menunjukan penguatan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut. Ke depannya, kombinasi kebijakan moneter The Fed, kondisi pasokan global, dan dinamika ekonomi AS akan tetap menjadi penentu utama pergerakan harga minyak. Haluannews.id Research

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar