Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kekecewaannya atas penunjukan Adrian Asharyanto Gunadi, mantan Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya (Investree) yang berstatus buronan dan red notice Interpol, sebagai Chief Executive Officer (CEO) di JTA Investree Doha Consultancy, Qatar. OJK mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap Adrian yang terjerat dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan.

Related Post
OJK tengah berupaya memulangkan Adrian ke Indonesia melalui kerja sama dengan otoritas terkait di dalam dan luar negeri. "Menyikapi pemberitaan di media massa mengenai Sdr. Adrian, OJK menyesalkan pemberian izin oleh instansi terkait di Qatar kepada Sdr. Adrian untuk menjabat sebagai Chief Executive Officer di JTA Investree Doha Consultancy mengingat status hukum yang telah diberikan kepada yang bersangkutan di Indonesia," demikian pernyataan resmi OJK, Sabtu (26/7/2025).

Langkah tegas akan diambil OJK dengan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan aparat penegak hukum serta berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini dilakukan untuk memastikan Adrian dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana maupun perdata di Indonesia.
Seperti diketahui, OJK telah mencabut izin usaha Investree pada 21 Oktober 2024 karena perusahaan tersebut tidak memenuhi ekuitas minimum dan melakukan sejumlah pelanggaran lainnya. Selain itu, OJK juga telah menjatuhkan sanksi larangan menjadi pihak utama kepada Adrian, melakukan pemblokiran rekening dan penelusuran aset, serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Penetapan Adrian sebagai tersangka dalam kasus penghimpunan dana tanpa izin merupakan tindak lanjut dari penyidikan yang dilakukan oleh Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) OJK, sebagaimana diatur dalam Pasal 46 Undang-Undang Perbankan.
Adrian Gunadi diketahui menjabat sebagai CEO JTA Holding Qatar, bagian dari JTA International Investment Holding yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan solusi perangkat lunak dan teknologi kecerdasan buatan untuk pinjaman digital, dengan target kemitraan dengan institusi keuangan di Timur Tengah, Asia, dan Afrika.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar