Haluannews Ekonomi – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersiap memasuki era baru dengan ekspansi program penjaminan ke sektor asuransi. Untuk mendukung hal tersebut, LPS akan mengisi dua posisi direktur eksekutif baru pada akhir tahun 2025. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, usai acara LIKE IT di Jakarta Timur. Saat ini, LPS telah memiliki 54 orang yang bertugas di unit asuransi.

Related Post
Purbaya menjelaskan, program penjaminan polis asuransi ditargetkan uji coba terbatas (pilot test) pada 2027 dan implementasi penuh pada 2028. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang asuransi. Minimnya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi asuransi berakreditasi tinggi menjadi kendala utama. LPS pun melakukan revisi aturan rekrutmen untuk mengakomodasi lulusan program asuransi dari kampus berakreditasi A, meskipun program studinya hanya berakreditasi B.

Untuk meningkatkan kompetensi SDM, LPS telah mengirimkan pegawainya untuk mengikuti pelatihan di luar negeri, termasuk Korea Selatan, Malaysia, Italia, dan direncanakan ke Kanada serta Taiwan. Besaran nilai penjaminan polis sendiri masih dalam tahap diskusi, dengan kisaran angka yang dipertimbangkan antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Purbaya menambahkan, beberapa isu krusial masih dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk kriteria perusahaan asuransi yang berhak mengikuti program penjaminan, yang saat ini masih mengacu pada Risk Based Capital (RBC).
Langkah strategis LPS ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jangkauan perlindungan keuangan bagi masyarakat. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada penyelesaian tantangan SDM dan finalisasi regulasi yang tepat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar