Haluannews Ekonomi – Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Permodalan Nasional Madani (PNM), mencatatkan kinerja gemilang pada semester I-2024. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 881,2 miliar, melonjak 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Related Post
Kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 4,06% yoy menjadi Rp 7,62 triliun. Meskipun beban bunga dan syariah juga mengalami peningkatan sebesar 2,56% yoy menjadi Rp 1,24 triliun, pendapatan bersih perusahaan tetap mampu tumbuh 4,35% yoy menjadi Rp 6,38 triliun.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, PNM mencatatkan pinjaman yang diberikan sebesar Rp 45,55 triliun, tumbuh 3,83% yoy. Pembiayaan modal kerja bahkan melesat lebih tinggi, mencapai 45,16% yoy menjadi Rp 1,64 triliun. Kinerja ini turut mendongkrak total aset perusahaan menjadi Rp 56,06 triliun, tumbuh 1,25% yoy.
Menariknya, mayoritas pembiayaan PNM disalurkan melalui mekanisme syariah, mencapai Rp 34,42 triliun atau 75,56% dari total portofolio pinjaman. Sektor ekonomi yang paling banyak menyerap pembiayaan dari PNM adalah perdagangan, restoran, dan hotel, diikuti oleh pertanian dan jasa-jasa.
Di sisi lain, liabilitas PNM tercatat naik tipis 0,46% yoy menjadi Rp 44,59 triliun. Kenaikan utang bank dan lembaga keuangan tercatat sebesar 11,19% yoy menjadi Rp 25,49 triliun, serta surat utang jangka menengah dan sukuk naik 4,41% yoy menjadi Rp 4,64 triliun. Sementara itu, utang obligasi mengalami penurunan signifikan sebesar 50,8% yoy menjadi Rp 2,09 triliun.
Sebagai informasi, PNM merupakan perusahaan pembiayaan UMKM yang sahamnya mayoritas (99%) dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Pemerintah memegang 1 lembar saham Dwiwarna. Kinerja positif PNM ini semakin memperkuat posisi BRI dalam mendukung pengembangan sektor UMKM di Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar