Laba Bank Mandiri Turun, Tapi Asetnya… Wow!

Laba Bank Mandiri Turun, Tapi Asetnya... Wow!

Haluannews Ekonomi – Bank Mandiri (BMRI), raksasa perbankan pelat merah, mengumumkan laba bersihnya mencapai Rp 24,5 triliun pada semester I-2025. Meskipun angka ini menunjukan penurunan 7,7% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 26,55 triliun), kinerja keuangan BMRI tetap menunjukan ketahanan yang signifikan. Haluannews.id mencatat, penurunan laba tersebut tidak menghalangi pertumbuhan aset perusahaan.

COLLABMEDIANET

Pertumbuhan aset konsolidasi Bank Mandiri justru melonjak 11,4% (yoy) menjadi Rp 2.514,68 triliun pada kuartal II 2025. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.701 triliun, meningkat 11% yoy. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang hanya mencapai 7,03% yoy pada periode yang sama, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Laba Bank Mandiri Turun, Tapi Asetnya... Wow!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pertumbuhan kredit yang kami capai menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan produktif di berbagai sektor strategis," ungkap Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/9). Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah memperkuat kinerja ekonomi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bank Mandiri berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri.

Meskipun membukukan pertumbuhan aset dan kredit yang signifikan, Bank Mandiri tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri terjaga di level 1,08% secara bank only, jauh lebih baik daripada rata-rata industri yang mencapai 2,22% (data OJK, Juni 2025). Lebih lanjut, rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio mencapai 273%, menunjukkan ketahanan finansial yang kuat dalam menghadapi potensi risiko.

"Komitmen kami adalah memastikan pertumbuhan kredit yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin. Dengan cara ini, profitabilitas dapat terjaga secara konsisten," tegas Novita.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar