Haluannews Ekonomi – Emiten pertambangan terkemuka, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), yang dikendalikan oleh konglomerat Kiki Barki, mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) tanpa perlu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Langkah strategis ini mengalokasikan dana internal perusahaan hingga Rp335 miliar, sebuah sinyal kuat dari manajemen terkait valuasi saham perseroan di tengah volatilitas pasar komoditas.

Related Post
Dalam keterbukaan informasi yang diterima Haluannews.id, HRUM menargetkan untuk membeli kembali maksimal 328.159.941 unit saham, atau setara dengan 2,43% dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan nilai nominal Rp20 per saham, total nilai nominal saham yang akan dibeli kembali mencapai sekitar Rp6,56 miliar. Dana jumbo ini akan bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan, menunjukkan kondisi keuangan yang solid dan likuiditas yang memadai.

Manajemen HRUM menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap operasional perusahaan. "Perseroan memiliki modal kerja serta kas dan setara kas yang cukup untuk mendanai Buyback Saham bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," demikian pernyataan manajemen HRUM dalam dokumen resmi. Keputusan ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui pengurangan jumlah saham beredar, sekaligus memberikan fleksibilitas keuangan di tengah dinamika pasar dan peluang investasi di masa depan.
Sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam POJK 13/2023, pelaksanaan buyback ini akan berlangsung dalam jangka waktu paling lama tiga bulan setelah pengumuman keterbukaan informasi. Periode pembelian kembali saham dijadwalkan mulai dari 5 Januari 2026 hingga 7 Maret 2026, memberikan jendela waktu yang cukup bagi perusahaan untuk merealisasikan targetnya dan mengoptimalkan struktur permodalan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar