Haluannews Ekonomi – Direktur Henan Asset, Markam Halim, memproyeksikan berlanjutnya era suku bunga rendah hingga tahun 2026. Kondisi makroekonomi ini, menurutnya, akan memberikan angin segar bagi sektor-sektor strategis seperti perbankan, properti, dan konsumer. Optimisme ini diharapkan mampu membendung arus modal keluar dan menjaga stabilitas pasar domestik di tengah dinamika ekonomi global.

Related Post
Dalam menghadapi perkembangan pasar yang terus bergerak, Henan Asset sebagai manajer investasi terkemuka, secara disiplin terus memperhatikan mitigasi risiko dan optimalisasi prospek. Pendekatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan imbal hasil bagi para investor. Markam Halim menekankan pentingnya strategi investasi yang adaptif, terutama mengingat potensi volatilitas pasar.

Ia merekomendasikan Reksa Dana Campuran sebagai instrumen investasi yang adaptif. Fleksibilitasnya dalam beralih alokasi antara reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap (RDPT), dan pasar uang, menjadikannya pilihan yang strategis untuk menghadapi berbagai kondisi pasar. Instrumen ini memungkinkan investor untuk tetap meraih potensi keuntungan sambil menjaga portofolio tetap seimbang.
Pandangan ini disampaikan oleh Markam Halim dalam sebuah dialog eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id pada Selasa, 6 Januari 2026. Diskusi tersebut mengupas tuntas strategi investasi di tengah proyeksi suku bunga rendah yang berpotensi menciptakan peluang cuan signifikan di tahun-tahun mendatang, khususnya bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar