Haluannews Ekonomi – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. terus menggenjot komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam operasional jalan tol. Langkah nyata yang diambil adalah dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh rest area. Saat ini, jumlah SPKLU masih terbatas, hanya 1 hingga 2 unit. Namun, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan rencana ekspansi besar-besaran ini dalam wawancara di program Evening Up Haluannews.id, Senin (09/09/2025).

Related Post
"Kita bangun dengan material ramah lingkungan dan fasilitas pendukung, termasuk SPKLU karena kita ingin jalan tol nantinya dipenuhi kendaraan listrik," ungkap Rivan. Inisiatif ini sejalan dengan program green toll road yang diterapkan Jasa Marga, mencakup standar lingkungan, sosial, dan keberlanjutan dalam pembangunan dan operasional jalan tol. Tujuannya, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. "Jalan tol bukan hanya penghubung antar wilayah, tapi juga penggerak ekonomi dan peningkatan kualitas hidup," tambahnya.

Berbagai program keberlanjutan lain juga telah dijalankan Jasa Marga, termasuk pengolahan sampah terpadu di Rest Area Travoy KM 88B, penanaman pohon, penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink) yang memberikan layanan kesehatan. Modernisasi pertanian di sekitar Jalan Tol Jogja-Solo dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan.
Keberhasilan Jasa Marga dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dibuktikan dengan empat ruas tol yang telah tersertifikasi Green Toll Road Indonesia: Bali-Mandara, Kunciran-Serpong, Gempol-Pandaan, dan Pandaan-Malang. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen serius Jasa Marga dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar