Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hanya 14 emiten melakukan Initial Public Offering (IPO) hingga semester I 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 41 emiten. Meski demikian, dengan tambahan 8 emiten baru di bulan Juli, total IPO tahun ini menjadi 22 emiten. Target 66 emiten IPO di tahun 2025 masih menjadi optimisme BEI.

Related Post
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, tetap yakin target tersebut tercapai. Ia mengacu pada tren dua tahun terakhir di mana 45-47 perusahaan melakukan IPO pada paruh kedua tahun. "BEI berkomitmen pada pengembangan dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas perusahaan tercatat," tegas Nyoman kepada wartawan, Kamis (10/7).

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti go public workshop, coaching clinic, pertemuan individual, dan networking event yang menghubungkan pelaku usaha dengan profesional pasar modal. BEI juga berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan edukasi, tak hanya seputar IPO saham, tetapi juga penerbitan sukuk dan obligasi.
Nyoman menjelaskan, keputusan IPO merupakan langkah strategis yang memerlukan pertimbangan matang. Keberhasilan IPO, lanjutnya, bergantung pada kesiapan internal perusahaan, termasuk kinerja keuangan yang solid, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen yang andal, dan equity story yang meyakinkan. "Kami mendorong perusahaan membangun kesiapan IPO yang unggul untuk menjamin kesuksesan jangka panjang," tambahnya.
Terkait lambatnya IPO di paruh kedua, Nyoman menjelaskan perusahaan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan laporan keuangan semesteran. Ia juga menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan mundur dari pipeline IPO, seperti pemutahiran data, perbaikan laporan keuangan, atau penolakan dari BEI.
Hingga Juni 2025, total dana yang terkumpul dari IPO mencapai Rp 6,69 triliun. Meskipun jumlah emiten IPO turun 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai penggalangan dana justru meningkat 87,92%. BEI menargetkan 66 perusahaan IPO di tahun ini, sementara OJK mencatat 17 perusahaan IPO di paruh kedua tahun 2024.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar