Investor Wajib Waspada! Skandal Goreng Saham Abad ke-18 Terulang?

Investor Wajib Waspada! Skandal Goreng Saham Abad ke-18 Terulang?

Haluannews Ekonomi – Pemerintah berencana menindak tegas praktik goreng saham yang merugikan investor ritel di pasar modal Indonesia. Bahkan, Menteri Keuangan secara terbuka menyerukan penangkapan dan penghukuman pelaku. Namun, tahukah Anda, praktik ini bukan hal baru? Jauh sebelum era influencer dan bandar ritel, sejarah mencatat skandal serupa yang menghancurkan ribuan orang pada abad ke-18.

COLLABMEDIANET

Skandal ini melibatkan South Sea Company, sebuah perusahaan yang didukung penuh oleh pemerintah Inggris pada tahun 1720. Saat itu, Inggris tengah dilanda krisis keuangan akibat perang berkepanjangan. Pemerintah kemudian memberikan hak istimewa kepada South Sea Company untuk mengelola utang negara, dengan imbalan monopoli perdagangan di wilayah Amerika Selatan yang kaya sumber daya.

Investor Wajib Waspada! Skandal Goreng Saham Abad ke-18 Terulang?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Janji keuntungan besar dari perdagangan di Amerika Selatan membuat banyak orang, termasuk anggota parlemen, bangsawan, hingga Raja George I, berbondong-bondong membeli saham South Sea Company. Harga saham yang awalnya 100 pound sterling melonjak drastis hingga menembus 1.000 pound. Euforia menyebar luas, dan orang-orang membeli saham bukan karena kinerja perusahaan, melainkan karena keyakinan akan selalu ada pembeli berikutnya.

Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, para petinggi South Sea Company justru diam-diam menjual saham mereka. Mereka tahu bahwa wilayah Amerika Selatan tidak dikuasai Inggris, melainkan Spanyol, sehingga bisnis perusahaan tidak memiliki dasar yang kuat. Ketika investor mulai mempertanyakan sumber laba, kepercayaan pun runtuh. Harga saham jatuh bebas, dan pasar ambruk seketika.

Ribuan orang kehilangan seluruh tabungan hidup mereka. Bangsawan dan pengusaha jatuh miskin dalam semalam. Isaac Newton, ilmuwan terkenal, juga menjadi korban. Ia sempat meraih keuntungan, namun kembali membeli saham saat harga sudah terlalu tinggi dan akhirnya menderita kerugian besar.

Penyelidikan pemerintah mengungkap skandal besar yang melibatkan suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar. Sejumlah pejabat dihukum, dan kepercayaan publik terhadap negara serta pasar modal runtuh. Skandal South Sea Company menjadi contoh pertama praktik goreng saham di dunia, dan sayangnya, praktik ini terus berulang hingga kini. Investor perlu belajar dari sejarah dan berhati-hati dalam berinvestasi agar tidak menjadi korban selanjutnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar