Haluannews Ekonomi – Di tengah tren penurunan harga saham PT Sido Muncul Tbk (SIDO) sepanjang tahun 2025, sejumlah perusahaan investasi raksasa dunia justru terpantau melakukan akumulasi saham. Fenomena ini memunculkan pertanyaan, apakah para investor asing melihat potensi tersembunyi di balik kinerja saham SIDO yang sedang tertekan?

Related Post
Berdasarkan data Refinitiv, harga saham SIDO telah terkoreksi 12% hingga mencapai level Rp 510 per saham hingga 11 Juli 2025. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan langkah investor besar seperti BlackRock Advisors (UK) Limited, yang justru menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 750.000 lembar pada kuartal kedua 2025. Dengan demikian, total kepemilikan saham BlackRock di SIDO mencapai 31,92 juta lembar per Juni 2025.

Aksi beli BlackRock ini merupakan kelanjutan dari tren akumulasi yang telah dimulai sejak kuartal pertama 2025, di mana mereka menambah 400.000 lembar saham SIDO. Selain BlackRock, Vanguard Investments Australia juga turut memborong saham SIDO, dengan pembelian 40.000 lembar di kuartal pertama dan 10.000 lembar di kuartal kedua 2025.
Nuveen LLC menjadi investor yang paling agresif dalam menambah porsi kepemilikan saham SIDO. Pada kuartal pertama 2025, Nuveen membeli 21,95 juta lembar saham, kemudian dilanjutkan dengan pembelian 7,13 juta lembar saham pada kuartal kedua 2025.
Aksi korporasi yang dilakukan oleh investor asing ini tentu menjadi sinyal positif bagi prospek SIDO kedepannya. Apakah ini pertanda bahwa para investor melihat valuasi SIDO sudah menarik? Atau apakah ada katalis positif lain yang belum terungkap? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar