Haluannews Ekonomi – Sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menguat. Hal ini terungkap dalam riset terbaru Macquarie Capital Indonesia yang dipimpin oleh Ari Jahja. Fokus pemerintah pada peningkatan tata kelola dan implementasi kebijakan yang efektif menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan investor.

Related Post
Macquarie menyoroti bahwa keberlanjutan reformasi struktural dan eksekusi kebijakan yang lebih baik akan menjadi fondasi penting dalam menarik investasi. Laporan tersebut juga memberikan sinyal "beli taktis" kepada para pelaku pasar, mengindikasikan bahwa fundamental pasar modal Indonesia cukup kuat untuk menjadi momentum investasi jangka pendek.

"Peningkatan eksekusi kebijakan dan reformasi struktural sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor. Kami merekomendasikan adanya peluang beli taktis," demikian bunyi riset tersebut.
Dari sisi valuasi pasar saham, Macquarie menilai MSCI Indonesia masih berada pada level yang atraktif dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Mereka memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 10% pada tahun 2026, didorong oleh peningkatan kinerja operasional dari berbagai emiten unggulan.
"Valuasi indeks MSCI Indonesia masih wajar, dan kami memperkirakan pertumbuhan EPS sekitar 10% pada 2026. Kami lebih menyukai saham-saham yang menunjukkan peningkatan operasional, terlepas dari kondisi makroekonomi secara keseluruhan," jelas Ari Jahja dalam risetnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar