Haluannews Ekonomi – Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), membenarkan kabar investasi Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) di Filipina. PNRE, anak usaha PT Pertamina (Persero), telah meneken perjanjian pengambilan bagian saham baru di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), perusahaan energi terbarukan Filipina. Nilai investasi tersebut mencapai US$120 juta atau sekitar Rp1,9 triliun (kurs Rp16.230,21/US$).

Related Post
Dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan proyek-proyek strategis di sektor energi baru dan terbarukan. Pandu, dalam siaran pers PNRE, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama strategis ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi hubungan bilateral Indonesia-Filipina dan sebagai contoh baik bagi kawasan ASEAN. Kemitraan ini bersifat timbal balik, dengan potensi investasi dari Filipina ke Indonesia di masa mendatang.

Tidak hanya itu, Danantara Indonesia juga aktif dalam pengembangan energi panas bumi di dalam negeri. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, melalui media sosialnya menginformasikan pertemuan dengan manajemen Pertamina Geothermal Energy (PGE). Pertemuan tersebut membahas rencana penandatanganan Head of Agreement (HoA) dan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek-proyek prioritas energi panas bumi hingga 3 GW. Langkah ini sejalan dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang menargetkan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 76%.
PGE, sebagai pemimpin pengembangan panas bumi di Indonesia, memiliki kapasitas terpasang sekitar 1.877 MW dan berpotensi menjadi pemenang lelang Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) dan Perjanjian Pengusahaan Panasbumi (PSPE). Hal ini semakin memperkuat prospek PGE dan menarik minat investasi yang lebih besar. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau nasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar