Haluannews Ekonomi – Bayang-bayang resesi global dan ketidakpastian geopolitik memang menghantui sektor bisnis, termasuk industri asuransi hingga tahun 2025. Perang tarif, misalnya, menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, di tengah badai tersebut, Asia tetap bersinar. Hal ini disampaikan oleh Tulsi Naidu, CEO APAC Zurich Insurance Group, yang melihat kawasan Asia, khususnya Indonesia dan India, masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid, masing-masing sekitar 5% dan 7%.

Related Post
Pertumbuhan ekonomi Asia yang kuat, ditopang oleh konsumsi domestik yang tinggi dan iklim bisnis yang kondusif, menjadi daya tarik utama bagi investor global. Fundamental ekonomi yang kokoh di kawasan ini menjadi pendorong utama investasi berkelanjutan di Asia. Zurich Insurance Group sendiri melihat potensi besar di pasar Asia, yang ditandai dengan populasi muda yang melimpah dan pertumbuhan kelas menengah yang berkelanjutan. Kombinasi ini menjadikan Asia sebagai lahan subur bagi industri asuransi.

Naidu dalam wawancara eksklusif di program Squawk Box, Haluannews.id (Kamis, 18/09/2025) bersama Safrina Nasution, mengungkapkan prospek dan tantangan bisnis asuransi di Asia, termasuk Indonesia, serta tren investasi Zurich di kawasan Asia-Pasifik. Wawancara tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peluang dan risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi yang beroperasi di kawasan yang dinamis ini. Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, jelas menjadi salah satu destinasi investasi yang paling menarik.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar