Impian Terpendam Jensen Huang: Fisika Lebih Menarik dari Elektro?

Impian Terpendam Jensen Huang: Fisika Lebih Menarik dari Elektro?

Haluannews Ekonomi – CEO Nvidia, Jensen Huang, sosok di balik kapitalisasi pasar fantastis US$4 triliun, baru-baru ini mengungkapkan pandangan menarik tentang fokus studinya jika ia menjadi mahasiswa di era sekarang. Alih-alih teknik elektro yang membawanya pada kesuksesan, Huang justru lebih tertarik pada ilmu fisika.

COLLABMEDIANET

Pernyataan ini dilontarkan Huang saat berada di Beijing, menjawab pertanyaan tentang apa yang akan ia fokuskan jika menjadi lulusan baru berusia 22 tahun di tahun 2025. Huang, yang lulus kuliah lebih cepat pada usia 20 tahun, menyatakan bahwa ia mungkin akan lebih memilih fisika daripada ilmu perangkat lunak.

Impian Terpendam Jensen Huang: Fisika Lebih Menarik dari Elektro?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ilmu fisika, dengan cakupan luasnya yang meliputi fisika, kimia, astronomi, dan ilmu bumi, tampaknya menarik perhatian Huang. Ia sendiri meraih gelar sarjana teknik elektro dari Oregon State University pada tahun 1984 dan gelar master dari Stanford University pada tahun 1992. Setahun kemudian, ia mendirikan Nvidia bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem.

Alasan di balik ketertarikan Huang pada fisika adalah keyakinannya terhadap potensi "AI Fisik," yang ia sebut sebagai "gelombang berikutnya" dalam kecerdasan buatan. Menurutnya, dunia telah melewati beberapa fase AI, mulai dari "AI Persepsi" hingga "AI Generatif." Saat ini, kita berada di era "AI Penalaran," di mana AI mampu memahami, menghasilkan, memecahkan masalah, dan mengenali kondisi baru.

"AI penalaran memungkinkan kita menghasilkan semacam robot digital. Kami menyebutnya AI agen," ujar Huang. Agen AI ini, yang pada dasarnya adalah "robot tenaga kerja digital," mampu bernalar dan menjadi fokus utama banyak perusahaan teknologi.

Huang meyakini bahwa "AI Fisik" akan menjadi gelombang berikutnya, yang membutuhkan pemahaman tentang hukum fisika, gesekan, inersia, serta sebab dan akibat. Kemampuan penalaran fisik akan menjadi kunci dalam fase kecerdasan buatan selanjutnya.

Penerapan penalaran fisika meliputi prediksi hasil, pemahaman gaya yang dibutuhkan untuk mencengkeram objek tanpa merusaknya, dan menyimpulkan keberadaan pejalan kaki di belakang mobil. Penerapan AI fisik ke dalam robot akan menghasilkan robotika yang sangat penting dalam membangun pabrik-pabrik generasi baru di seluruh Amerika Serikat.

Huang berharap bahwa dalam 10 tahun ke depan, pabrik-pabrik tersebut akan sangat robotik dan membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja yang parah di seluruh dunia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar