Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sebesar 0,14% pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (25/7/2025). Indeks utama pasar modal Indonesia ini terpantau melemah 10,62 poin, berada di level 7.520,28.

Related Post
Pergerakan pasar diwarnai oleh 252 saham yang menguat, berbanding 362 saham yang mengalami penurunan, serta 342 saham yang stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,9 triliun, melibatkan 12,24 miliar saham dalam 797,7 ribu kali transaksi.

Hampir seluruh sektor industri terpantau berada di zona merah, tertekan oleh sentimen pasar yang beragam. Sektor energi menjadi satu-satunya yang mampu mencatatkan kinerja positif, naik 0,43%. Sektor finansial dan konsumer non-primer juga berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan masing-masing 0,27% dan 0,22%.
Sektor-sektor yang mengalami penurunan terdalam antara lain bahan baku (-0,95%), properti (-0,74%), kesehatan (-0,7%), dan teknologi (-0,45%). Sektor utilitas, konsumer primer, dan industri juga turut melemah masing-masing sebesar 0,43%, 0,3%, dan 0,07%.
Saham SMMA menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan 20% hingga menyentuh auto reject atas (ARA), memberikan kontribusi 30,11 poin pada indeks. Emiten tambang Sinar Mas (DSSA) juga memberikan andil positif sebesar 6,52 poin. Selain itu, emiten milik Prajogo Pangestu, CDIA, yang baru melantai 13 hari, melonjak 10% hingga ARA melalui mekanisme full call auction (FCA).
Momentum koreksi IHSG terjadi di tengah kembalinya aliran modal asing ke pasar modal Indonesia. Tercatat, investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp175,38 miliar di seluruh pasar dan Rp 319,49 miliar di pasar reguler.
Masuknya kembali dana asing, terutama ke sektor perbankan, memberikan angin segar di tengah tekanan pasar global dan volatilitas yang masih tinggi. Jika tren inflow ini berlanjut, potensi penguatan IHSG masih terbuka lebar.
Sektor perbankan, dengan bobot signifikan dalam indeks, berpotensi menjadi katalis utama kenaikan IHSG. Konsistensi aliran dana asing juga dapat memperbaiki sentimen investor, baik ritel maupun institusi, menjelang akhir pekan.
Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai kondisi teknikal IHSG yang sudah berada di area resistance. Reli penguatan sepanjang Juli ini telah meninggalkan beberapa gap teknikal yang berpotensi ditutup dalam waktu dekat, membuka peluang koreksi jangka pendek. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati potensi tekanan jual yang dapat muncul tiba-tiba.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar