Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (21/11/2025). Bahkan, sempat tergelincir dari level psikologis 8.400. Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terpantau menguat tipis, namun masih bertahan di kisaran Rp16.700.

Related Post
Pergerakan pasar keuangan Indonesia di penghujung pekan ini diwarnai oleh sentimen negatif yang mendorong aksi jual di bursa saham. Investor cenderung berhati-hati menyikapi berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Analis pasar dari Haluannews.id, Gelson Kurniawan, dalam program Squawk Box menjelaskan bahwa pelemahan IHSG ini dipicu oleh aksi profit taking setelah indeks mencatatkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama dunia juga turut membebani sentimen pasar.
Meskipun Rupiah menunjukkan penguatan tipis, level Rp16.700 masih menjadi perhatian. Kurniawan menambahkan bahwa intervensi Bank Indonesia (BI) diperlukan untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah ketidakpastian global.
Investor disarankan untuk tetap waspada dan selektif dalam memilih saham. Diversifikasi portofolio dan pengelolaan risiko yang baik menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas pasar saat ini. Pantau terus perkembangan ekonomi global dan kebijakan pemerintah untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar