IHSG Terbang Tinggi! Suku Bunga BI Jadi Katalis Utama?

IHSG Terbang Tinggi! Suku Bunga BI Jadi Katalis Utama?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025), dengan ditutup menguat signifikan. IHSG melonjak 44,65 poin atau naik 0,53% ke level 8.406,58. Kenaikan ini didukung oleh 335 saham yang menguat, sementara 285 saham mengalami penurunan, dan 191 saham stagnan.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan hari ini terbilang sangat ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp 30,03 triliun, melibatkan 45,40 miliar saham dalam 2,25 juta kali transaksi. Lonjakan transaksi ini dipicu oleh transaksi jumbo pada saham Sampoerna Agro (SGRO) senilai Rp 9,4 triliun yang terjadi di pasar negosiasi. Saham SGRO sendiri bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan hari ini.

IHSG Terbang Tinggi! Suku Bunga BI Jadi Katalis Utama?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara sektoral, mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau, dengan sektor kesehatan, industri, dan keuangan mencatatkan penguatan terbesar. Hanya sektor properti dan barang baku yang terkoreksi dan berada di zona merah.

Saham-saham sektor perbankan dan emiten berkapitalisasi besar turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja IHSG, seiring dengan pengumuman keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI). Saham AMMN menjadi salah satu penopang utama kinerja IHSG, bersama dengan tiga emiten perbankan raksasa, yaitu Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 4,75% menjadi sentimen utama yang dicermati oleh pelaku pasar. Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan keputusan ini dalam konferensi pers setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 November 2025. Selain mempertahankan BI-Rate, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Sepanjang tahun 2025, BI telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak lima kali, masing-masing sebesar 25 bps pada bulan Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September. Total pemangkasan mencapai 125 bps, dari level 6,00% di akhir tahun 2024 menjadi 4,75% saat ini.

Sementara itu, bursa saham Asia menunjukkan performa yang bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,36% pada pembukaan, sementara indeks Topix turun 0,26%. Sektor teknologi menjadi pemberat utama bagi indeks Nikkei 225. Indeks Kospi Korea Selatan juga mengalami penurunan sebesar 0,67%, sementara indeks Kosdaq turun 1,02%. Di sisi lain, indeks ASX/S&P 200 Australia justru naik 0,11%.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar