Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (23/10/2025), dengan melonjak 1,3% atau 105,79 poin, mencapai level 8.258,34. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif terhadap sektor perbankan dan beberapa saham unggulan lainnya.

Related Post
Sepanjang sesi perdagangan pagi, IHSG bergerak dinamis dalam rentang 8.179,61 hingga 8.268,79. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan 431 saham mengalami kenaikan, 256 saham terkoreksi, dan 269 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 11,08 triliun dengan volume 17,01 miliar saham dalam 1,44 juta transaksi.

Hampir seluruh sektor saham menunjukkan performa positif, dengan sektor konsumer primer memimpin penguatan sebesar 3,33%, diikuti oleh sektor properti (2,45%) dan teknologi (2,1%). Sektor utilitas dan energi menjadi dua sektor yang berada di zona merah dengan penurunan masing-masing -0,34% dan -0,67%.
Saham Telkom (TLKM) menjadi motor utama penggerak IHSG dengan kontribusi sebesar 25,18 indeks poin. TLKM melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan 6,98% ke level 3.370. Selain itu, saham-saham bank besar (big caps) seperti BBRI, BMRI, dan BBNI juga mengalami rebound setelah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. BBRI menyumbang 9,93 indeks poin, BMRI 7,023 indeks poin, dan BBNI 6,79 indeks poin. Saham-saham milik konglomerat juga turut meramaikan bursa.
Saham Pradiksu Gunatama (PGUN) milik Haji Isam melonjak 19,97% dan menyumbang 3,21 indeks poin. Saham Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) milik Hermanto Tanoko juga kembali mencetak auto reject atas (ARA) dan berkontribusi 6,92 indeks poin.
Sentimen domestik turut mewarnai pergerakan pasar hari ini. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% menjadi fokus perhatian pelaku pasar. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk program penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Program ini menyasar peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau peserta yang didaftarkan Pemda (PBU Pemda) yang datanya menjadi non-aktif akibat menunggak.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar