Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang solid dengan menutup perdagangan hari Kamis, 20 November 2025, di wilayah positif pada level 8.419. Di sisi lain, mata uang Rupiah mengalami tekanan dan melemah ke posisi Rp16.725 per Dolar AS.

Related Post
Pergerakan kontras antara IHSG dan Rupiah ini menimbulkan pertanyaan, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya? Analis pasar modal Haluannews.id, Susi Setiawati, dalam program Closing Bell Haluannews.id, menjelaskan bahwa sentimen pasar saat ini cukup kompleks.

"Kenaikan IHSG didorong oleh optimisme investor terhadap beberapa sektor unggulan, terutama sektor teknologi dan konsumer. Rilis data kinerja keuangan beberapa emiten juga memberikan sentimen positif," ujar Susi.
Namun, pelemahan Rupiah menjadi perhatian tersendiri. Susi menambahkan, "Tekanan terhadap Rupiah dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap inflasi dan neraca perdagangan menjadi sentimen negatif. Sementara dari eksternal, penguatan Dolar AS akibat kebijakan moneter The Fed turut menekan Rupiah."
Lebih lanjut, Susi menekankan pentingnya bagi investor untuk tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih saham. "Volatilitas pasar masih akan tinggi. Investor perlu mencermati fundamental perusahaan dan perkembangan ekonomi global," pungkasnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar