IHSG Terbang Tinggi! Efek Purbaya Redam Gorengan?

IHSG Terbang Tinggi! Efek Purbaya Redam Gorengan?

Haluannews Ekonomi – Saham-saham fundamental kembali menunjukkan taringnya, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi baru. Kondisi ini kontras dengan tren sebelumnya, di mana saham-saham konglomerat mendominasi pergerakan indeks.

COLLABMEDIANET

IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 8.250,94 pada perdagangan Kamis (9/10/2025), sekaligus menjadi rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Bahkan, indeks sempat menyentuh level intraday tertinggi di 8.272,63. Nilai transaksi hari ini tergolong tinggi, mencapai Rp 30,24 triliun dengan melibatkan 37,63 miliar saham dalam 3,08 juta transaksi.

IHSG Terbang Tinggi! Efek Purbaya Redam Gorengan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perubahan arah angin pasar ini terjadi setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung soal "saham gorengan" saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Sinyalemen ini tampaknya memicu aksi beli pada saham-saham perbankan dan sektor riil yang memiliki fundamental kuat.

Saham-saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memimpin penguatan, dengan BBTN melonjak 4,66% ke Rp 1.260 per saham, diikuti BBRI (3,76% ke Rp 3.920), BMRI (3,76% ke Rp 4.420), dan BBNI (3,55% ke Rp 4.110). BBCA, yang sempat mencatatkan rekor terendah dalam tiga tahun terakhir, juga berhasil rebound 2,37% ke Rp 7.675 per saham. Saham-saham unggulan non-perbankan seperti TLKM, PTBA, dan ASII juga ikut merasakan dampak positifnya.

Di sisi lain, saham-saham konglomerat terpantau bergerak terbatas, bahkan beberapa di antaranya mengalami koreksi. Saham BREN hanya naik tipis 0,52%, BRPT stagnan, dan CDIA terkoreksi. Saham MLPT dari Grup Lippo bahkan menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) atau turun 14,98% ke Rp 191.900 per saham, setelah mengalami reli panjang sepanjang tahun ini. Dua emiten Grup Sinar Mas, SMMA dan DSSA, juga berakhir di zona merah.

Purbaya menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik "saham gorengan" di pasar modal Indonesia. "Saya bilang belum saya kasih (insentif) sebelum dia rapikan kondisi pasar modal kita, dimana banyak yang goreng-goreng tapi santai aja masih lenggang karena investor kecil jadi rugikan," tegasnya. Ia juga optimistis IHSG akan terus melaju dalam jangka pendek.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar