Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan prestasi gemilang. Pada penutupan perdagangan Rabu (24/9/2025), IHSG berhasil menguat tipis 1,35 poin atau 0,02% ke level 8.126,56. Pergerakan ini menandai rekor tertinggi baru (ATH) setelah sebelumnya juga mencetak penutupan tertinggi sepanjang masa. Dari 704 saham yang diperdagangkan, 243 saham mengalami penguatan, 461 saham melemah, dan 100 saham lainnya stagnan. Puncaknya, IHSG sempat menyentuh angka 8.169,02.

Related Post
Reli positif ini diiringi dengan peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan. Nilai transaksi mencapai Rp 38 triliun dengan volume perdagangan mencapai 55,14 miliar saham dalam 3,01 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar IHSG bahkan sempat menyentuh angka Rp 15.000 triliun dalam perdagangan intraday, semakin mendekati US$ 1 triliun.

Saham Merdeka Gold Resources (EMAS), yang baru dua hari melantai di Bursa Efek Indonesia, menjadi magnet bagi investor di pasar reguler dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 2,83 triliun. Sementara itu, di pasar negosiasi, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan transaksi triliunan rupiah. Meskipun BBCA menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini, saham BRPT berhasil menjadi penopang utama.
Sektor barang baku dan properti mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara sektor kesehatan dan utilitas mengalami koreksi terdalam. Menariknya, pergerakan IHSG ini bertolak belakang dengan tren pelemahan di bursa Asia dan koreksi di Wall Street. Penurunan di pasar Amerika Serikat antara lain dipicu oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, yang menyebut bank sentral menghadapi situasi menantang dengan risiko inflasi yang mungkin lebih cepat dari perkiraan, serta kekhawatiran akan kesehatan pasar tenaga kerja. Powell juga menyinggung tingginya valuasi aset, termasuk saham.
Meskipun demikian, Powell menegaskan bahwa saat ini bukan masa dengan risiko stabilitas keuangan yang meningkat. Pernyataan ini tampaknya tidak terlalu memengaruhi sentimen positif di pasar saham domestik, yang tetap optimistis dan mencetak rekor baru.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar