Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berjaya, menutup perdagangan hari ini dengan kenaikan signifikan 0,88% atau 61,45 poin, dan berhasil menembus level psikologis 7.005,37. Pergerakan positif ini menandai kembalinya IHSG ke level 7.000 setelah terakhir kali terlihat pada 18 Juni 2025. Sebelumnya, indeks berfluktuasi di kisaran 6.700 hingga 6.900.

Related Post
Aktivitas perdagangan hari ini terbilang ramai. Sebanyak 396 saham mengalami kenaikan, 211 saham melemah, dan 361 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 13,35 triliun dengan volume 20,36 miliar saham dalam 1,28 juta transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut terdongkrak menjadi Rp 12.349 triliun.

Sektor keuangan menjadi bintang utama, memimpin penguatan dengan laju 2,05%, disusul sektor utilitas (1,92%) dan industri (0,38%). Kenaikan signifikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 5,2%, ditutup pada harga 3.870, menjadi kontributor utama dengan sumbangan 29,02 poin indeks. BBRI diperdagangkan di rentang 3.680-3.880, dengan antrean beli mencapai 860.245 lot.
Selain BBRI, tiga bank jumbo lainnya, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI), juga turut menyokong penguatan IHSG, masing-masing berkontribusi 9,68 poin, 6,81 poin, dan 3,96 poin. Kehadiran empat emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menambah semarak pasar, dengan tiga di antaranya langsung mencetak auto reject atas (ARA). Fenomena ARA juga terjadi pada tiga saham IPO sebelumnya, CDIA, COIN, dan PSAT.
Meskipun IHSG menguat 2,04% sejak awal pekan, sepanjang tahun berjalan indeks masih terkoreksi 2,2%. Menariknya, penguatan IHSG dalam empat hari terakhir belum diiringi oleh aksi beli bersih (net buy) dari investor asing. Sepanjang bulan berjalan, investor asing mencatat net sell sebesar Rp 4,36 triliun, dengan BBCA sebagai saham dengan net foreign sell terbesar (Rp 1,61 triliun), diikuti KPIG (Rp 1,05 triliun).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar