Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (30/6/2025) dengan kenaikan 0,44% atau 30,28 poin, mencapai level 6.927,68. Dari 780 saham yang diperdagangkan, 357 saham menghijau, 228 saham melemah, dan 205 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 12.207 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,64 triliun yang melibatkan 21,12 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi.

Related Post
Kenaikan IHSG didorong hampir seluruh sektor perdagangan, dengan sektor konsumer non primer dan kesehatan mencatatkan penguatan tertinggi. Hanya sektor energi, finansial, dan properti yang mengalami koreksi. Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penopang utama, berkontribusi 6,84 poin indeks. MBMA, MDKA, TPIA, dan BYAN juga turut menjadi penggerak utama.

Pergerakan IHSG hari ini terjadi di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi dan antrean IPO yang padat. Ancaman krisis nuklir dan eskalasi perang drone di luar negeri, serta kehadiran delapan emiten baru di dalam negeri, menjadi sentimen yang memengaruhi pasar. Data inflasi, PMI Manufaktur, dan neraca perdagangan juga turut mewarnai pergerakan IHSG sepanjang pekan ini. Namun, penguatan di Wall Street dan bursa global memberikan sentimen positif bagi IHSG dan rupiah.
Beberapa data ekonomi penting akan dirilis pekan ini, antara lain data IHK Juni 2025 dan neraca perdagangan Mei 2025 oleh BPS pada Selasa (1/7/2025). Meskipun Menteri Keuangan telah mengumumkan surplus neraca perdagangan Mei sebesar US$ 4,9 miliar, risiko kondisi global tetap menjadi perhatian. Data PMI Manufaktur Juni 2025 dari S&P Global juga akan dirilis pada Selasa, yang diperkirakan masih menunjukkan kontraksi, meskipun lebih baik dari bulan sebelumnya.
Sorotan lain adalah rentetan IPO jumbo sepanjang Juli, dengan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebagai IPO terbesar tahun ini, menargetkan dana Rp2,37 triliun. Kehadiran PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten kripto pertama di BEI, juga menarik perhatian. Enam emiten lainnya, PMUI, PSAT, BLOG, MERI, ASPR, dan CHEK, juga akan meramaikan bursa.
Sentimen eksternal juga perlu diwaspadai. Data PMI manufaktur China dan pidato Chairman The Fed, Jerome Powell, yang akan membahas kebijakan suku bunga, akan menjadi perhatian utama. Data ketenagakerjaan AS juga akan dirilis, yang dapat memengaruhi arah pasar.
Dengan berbagai dinamika ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan adaptif dalam menyusun strategi portofolio, mempertimbangkan baik risiko eksternal maupun peluang domestik.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar