IHSG Perkasa, Asing Panik Jual Saham? Ini Kata Analis!

IHSG Perkasa, Asing Panik Jual Saham? Ini Kata Analis!

Haluannews Ekonomi – Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan selama 11 hari berturut-turut, investor asing justru terpantau melakukan aksi jual besar-besaran di pasar keuangan Indonesia. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, net outflow asing mencapai Rp10,49 triliun pada periode 14-17 Juli 2025.

COLLABMEDIANET

Rinciannya, asing melepas saham senilai Rp1,91 triliun dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp8,95 triliun. Satu-satunya catatan positif datang dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan net inflow Rp0,38 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2025 (hingga 17 Juli), asing mencatatkan jual bersih Rp58,01 triliun di pasar saham dan Rp48,07 triliun di SRBI, namun melakukan pembelian bersih Rp59,97 triliun di pasar SBN.

IHSG Perkasa, Asing Panik Jual Saham? Ini Kata Analis!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa sentimen global menjadi penyebab utama aksi jual asing ini. "Dinamika global sangat mempengaruhi, terutama tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa," ujarnya kepada Haluannews.id. Perang dagang ini memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global, membuat investor lebih berhati-hati.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh bank sentral AS (The Fed) juga turut mempengaruhi keputusan investor asing. Penundaan penurunan suku bunga oleh The Fed akan membuat investor semakin prudent, sehingga berdampak pada net sell asing di pasar Indonesia.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menambahkan bahwa ketidakpastian fiskal juga menjadi faktor pendorong dana asing keluar dari pasar saham. "Meskipun ada sentimen positif, risiko fiskal masih membuat pelaku pasar khawatir," ungkapnya. Kenaikan tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus 2025 juga menambah sentimen negatif.

Di sisi lain, pasar obligasi Indonesia justru menarik bagi investor asing. Dana asing terus mengalir ke obligasi, mencapai Rp933 triliun, naik dari Rp876 triliun di awal tahun. "Di tengah ketidakpastian, investor mencari aset yang lebih pasti dan memiliki risiko lebih rendah. Kenaikan harga obligasi juga terbuka lebar seiring dengan potensi pemangkasan suku bunga," jelas Nico.

Secara keseluruhan, meski diwarnai aksi jual asing di pasar saham dan SRBI, pasar obligasi Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik. Ketidakpastian global dan domestik memaksa investor untuk lebih selektif dan mencari aset yang lebih aman.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar