IHSG Meroket Tajam Saham Bank BUMN Menggila

IHSG Meroket Tajam Saham Bank BUMN Menggila

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memukau investor pada perdagangan Rabu 10 Juni 2026. Setelah sempat tertekan, pasar modal domestik berhasil menunjukkan kekuatan luar biasa, melanjutkan tren positif yang telah dimulai sehari sebelumnya. Pada penutupan sesi pertama, IHSG melonjak tajam 2,34% atau setara 134,58 poin, mengakhiri perdagangan di level 5.881,23.

COLLABMEDIANET

Pergerakan positif ini didukung oleh dominasi saham-saham yang menguat. Tercatat sebanyak 543 emiten berhasil membukukan kenaikan, sementara hanya 151 saham yang melemah dan 118 lainnya tidak bergerak. Antusiasme investor juga tercermin dari aktivitas transaksi yang sangat ramai. Volume perdagangan mencapai angka fantastis 31,68 miliar saham, dengan nilai transaksi menembus Rp 19,94 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 2,04 juta kali. Saham-saham seperti BBCA, TPIA, BBRI, BMRI, dan BRPT menjadi primadona yang paling banyak diperdagangkan.

IHSG Meroket Tajam Saham Bank BUMN Menggila
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hampir seluruh sektor industri turut merasakan euforia kenaikan ini, kecuali sektor kesehatan yang sedikit terkoreksi. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan lonjakan 4,22%, diikuti oleh sektor energi yang tumbuh 3,9%, dan sektor finansial yang terapresiasi 3,21%. Emiten perbankan, khususnya saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip), serta perusahaan konglomerat, secara kompak menjadi motor penggerak utama performa IHSG hari ini.

Bank Central Asia (BBCA) tampil sebagai pahlawan, menyumbang kenaikan indeks sebesar 30,54 poin. Tak kalah penting, DCI Indonesia (DCII) turut berkontribusi signifikan dengan 16,36 poin. Tiga bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), juga ikut melesat. Sentimen positif terkait opsi pembelian kembali saham (buyback) membuat ketiganya secara kumulatif menyumbang 31 poin pada kenaikan IHSG. Deretan emiten konglomerat seperti DSSA, BRPT, BREN, IMPC, dan BYAN juga tak ketinggalan dalam mengangkat indeks.

Rebound kuat yang terjadi pekan ini mengindikasikan adanya aksi "bargain hunting" atau perburuan saham murah oleh investor, seiring dengan perubahan sentimen pasar secara menyeluruh. Investor tampak mengapresiasi berbagai kebijakan dan pertemuan yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, memberikan angin segar di tengah ketidakpastian.

Namun, di balik optimisme domestik, pasar keuangan global masih diselimuti awan kelabu. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Insiden ini, yang diklaim AS sebagai tindakan membela diri setelah jatuhnya helikopter Apache, berpotensi mengganggu gencatan senjata rapuh dan menghambat upaya perdamaian. Akibatnya, bursa Asia dibuka melemah; Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 2%, Nikkei 225 Jepang turun 0,71%, dan S&P/ASX 200 Australia bergerak tipis di zona merah. Kontrak berjangka saham AS juga menunjukkan pelemahan. Tensi ini turut mendorong harga minyak mentah dunia, dengan WTI naik sekitar 1% menjadi US$89 per barel.

Dampak dari kenaikan harga minyak global juga terasa di dalam negeri. PT Pertamina resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai Rabu 10 Juni 2026, hanya berselang 10 hari setelah penyesuaian sebelumnya. Harga Pertamax (RON 92) di DKI Jakarta dan sekitarnya kini mencapai Rp 16.250 per liter, melonjak Rp 3.950 dari harga sebelumnya Rp 12.300. Kenaikan ini menjadi yang pertama bagi Pertamax sejak perang Israel-Iran pecah pada Februari 2026, meskipun jenis BBM non-subsidi lain sudah lebih dulu disesuaikan harganya.

Di tengah dinamika pasar yang kompleks, kabar mengenai rencana buyback saham oleh bank-bank BUMN menjadi sorotan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin pertemuan koordinasi penting bersama jajaran direktur bank Himbara, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Rapat tertutup di Gedung Nusantara III DPR RI ini secara khusus membahas gejolak pasar saham dan tren pelemahan nilai saham perbankan BUMN. Dasco menegaskan bahwa bank-bank pelat merah memiliki fundamental operasional yang sangat kokoh. Pelemahan yang terjadi lebih disebabkan oleh sentimen negatif dari situasi pasar global yang kemudian berdampak sistemik pada bursa domestik. Oleh karena itu, diskusi berfokus pada peluang dan waktu yang tepat bagi perbankan untuk melakukan aksi pembelian kembali saham mereka yang terkoreksi, sebagai upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan investor. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh pimpinan tertinggi institusi keuangan negara, termasuk Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Taspen, hingga Indonesia Investment Authority.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar