Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (18/9/2025) dengan pergerakan positif, menguat terbatas sebesar 0,2% ke level 8.041,28. Fenomena ini ditandai dengan 270 saham yang menghijau, sementara 205 saham melemah dan 481 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 1,57 triliun dengan volume 3 miliar saham yang diperdagangkan dalam 173.000 kali transaksi.

Related Post
Kenaikan IHSG pagi ini didorong oleh sentimen positif dari beberapa kebijakan moneter global dan domestik. Salah satu faktor utama adalah pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,00-4,25%. Keputusan ini menandai pemangkasan pertama The Fed di tahun ini, setelah terakhir kali dilakukan pada Desember 2024. The Fed mengindikasikan kemungkinan dua kali pemangkasan lagi di masa mendatang. Pernyataan resmi The Fed menyebutkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan pertumbuhan lapangan kerja, dan inflasi yang masih tinggi sebagai alasan di balik kebijakan ini. Proyeksi "dot plot" The Fed menunjukkan hanya satu pemangkasan di tahun 2026 dan satu lagi di 2027, menuju tingkat netral jangka panjang sebesar 3%.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) juga turut memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Langkah ini diiringi penurunan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Pemangkasan suku bunga BI sepanjang tahun ini telah mencapai 125 bps, menjadikannya kebijakan moneter paling agresif sejak pandemi Covid-19 tahun 2020. Gabungan kebijakan moneter longgar dari The Fed dan BI, ditambah stimulus pemerintah, menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar