Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Jumat (2/1), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,17% ke level 8.748,13. Penguatan signifikan ini menandai optimisme investor di awal tahun, didorong oleh lonjakan harga saham-saham pilihan yang menjadi penopang utama.

Related Post
Saham-saham seperti DCII melonjak 10%, BUMI melesat 14,75%, dan BRMS naik 7,27%, menjadi motor penggerak utama indeks. Di sisi lain, beberapa saham menunjukkan pergerakan terbatas, seperti DSSA yang terkoreksi 2,52%, SMMA melemah 5,00%, serta BBCA yang turun tipis 0,62%.

Minat investor asing terhadap pasar saham domestik juga terlihat solid, tercermin dari catatan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler. Secara keseluruhan di seluruh pasar, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,06 triliun.
Secara sektoral, mayoritas sektor menunjukkan kekuatan, dengan 9 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan tertinggi sebesar 6,56%, sementara sektor keuangan menjadi satu-satunya yang melemah 0,87%.
Dari sisi emiten, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menarik perhatian dengan penetapan harga teoritis rights issue di level Rp472 per saham. Perhitungan ini didasarkan pada rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) 3:4, harga pelaksanaan Rp250 per saham, serta harga penutupan pada cum date 2 Januari 2026 di level Rp770 per saham.
Melalui penerbitan 12,8 miliar saham baru, INET berpotensi menghimpun dana sekitar Rp3,20 triliun. Dana jumbo ini direncanakan akan dialokasikan secara signifikan, sekitar Rp2,93 triliun, kepada anak usaha PT Garuda Prima Internetindo untuk pengembangan jaringan fiber to the home (FTTH) dan kebutuhan modal kerja. Sementara itu, sekitar Rp215 miliar akan disalurkan ke PT Pusat Fiber Indonesia guna pelunasan biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut.
Selain itu, PT Harum Energy Tbk (HRUM) juga menjadi sorotan setelah memutuskan untuk memperpanjang periode pembelian kembali saham (buyback) menyusul periode sebelumnya yang berakhir tanpa realisasi. Periode buyback baru ini dijadwalkan berlangsung dari 5 Januari hingga 17 Maret 2026, dengan alokasi dana maksimal USD20 juta atau setara Rp335 miliar. Dana buyback akan bersumber dari kas internal perseroan yang tercatat mencapai USD188,30 juta per September 2025.
Jumlah saham treasury HRUM saat ini tercatat sebanyak 369,50 juta saham, atau sekitar 2,73% dari modal disetor. Dalam periode perpanjangan ini, perseroan menargetkan pembelian kembali hingga 328,16 juta saham (setara 2,43% dari modal), dengan dampak penurunan ekuitas yang diperkirakan menjadi USD1,79 miliar dari sebelumnya USD1,81 miliar.
Melihat dinamika pasar dan sentimen positif yang ada, Haluannews.id merangkum 5 rekomendasi saham pilihan yang berpotensi memberikan keuntungan hari ini:
- CDIA: Buy 1705-1715 | TP 1740-1770 | SL 1600
- GOTO: Buy 67-69 | TP 72-74 | SL 63
- MBMA: Buy 600-610 | TP 635-655 | SL 570
- BRMS: Buy 1160-1175 | TP 1200-1230 | SL 1090
- PNLF: Buy 270-276 | TP 284-290 | SL 256
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak dapat diartikan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial pribadi. Berinvestasilah dengan bijak.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar