Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan terakhir tahun 2025 dengan performa yang membanggakan. Pada Senin, 29 Desember 2025, IHSG berhasil menguat signifikan sebesar 1,25%, menembus level 8.644. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia menjelang pergantian tahun, memicu optimisme di kalangan investor.

Related Post
Namun, euforia di pasar saham tidak sejalan dengan pergerakan nilai tukar Rupiah. Mata uang Garuda masih menunjukkan pelemahan, ditutup pada posisi Rp16.780 per Dolar Amerika Serikat. Divergensi antara kinerja pasar saham yang melonjak dan nilai tukar Rupiah yang tertekan ini tentu memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Sentimen apa saja yang mendorong lonjakan indeks saham di tengah tekanan Rupiah?

Para investor dan analis kini mencermati faktor-faktor fundamental maupun teknikal yang memengaruhi dinamika pasar. Ulasan mendalam mengenai sentimen pasar dan prospek ekonomi terkini telah dibahas secara komprehensif oleh Shafinaz Nachiar dan Bunga Cinka dalam program Closing Bell Haluannews.id, pada Senin (29/12/2025). Analisis tersebut penting untuk memahami apakah kenaikan IHSG merupakan cerminan kekuatan ekonomi riil atau sekadar aksi window dressing akhir tahun, serta apa saja pemicu pelemahan Rupiah yang persisten. Situasi ini menuntut kehati-hatian investor dalam menyusun strategi di sisa hari perdagangan tahun ini dan menyambut tahun baru.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar