IHSG Melesat Pecahkan Rekor Tertinggi Baru: Sinyal Cuan Investor di 2026?

IHSG Melesat Pecahkan Rekor Tertinggi Baru: Sinyal Cuan Investor di 2026?

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) baru pada Jumat, 2 Desember 2026. Indeks acuan ini melesat tajam, menguat 101,19 poin atau setara dengan kenaikan 1,17%, dan menutup perdagangan di level 8.748,13. Ini menandai awal tahun yang sangat positif, memicu optimisme di kalangan investor.

COLLABMEDIANET

Kinerja impresif ini didukung oleh dominasi saham-saham yang bergerak naik. Tercatat, sebanyak 479 saham mengalami penguatan, jauh melampaui 200 saham yang melemah, sementara 131 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga sangat hidup, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 22,27 triliun. Angka ini melibatkan perputaran 51,15 miliar unit saham dalam 3,13 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun turut melonjak, mencapai Rp 16.043 triliun, menunjukkan peningkatan kepercayaan dan minat investor terhadap pasar domestik.

IHSG Melesat Pecahkan Rekor Tertinggi Baru: Sinyal Cuan Investor di 2026?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rekor baru 8.748,13 ini memecahkan catatan ATH sebelumnya yang sempat terukir pada 8 Desember 2025, di mana IHSG kala itu berada di level 8.710,69. Perjalanan IHSG sepanjang tahun 2025 sendiri penuh dinamika. Meskipun sempat menghadapi tekanan signifikan di awal tahun, indeks berhasil menunjukkan ketahanan luar biasa dan bangkit kembali. Sepanjang 2025, IHSG bahkan berhasil mencatatkan rekor ATH sebanyak 24 kali, sebuah pencapaian yang menegaskan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat di tengah gejolak global.

Optimisme terhadap prospek pasar modal Indonesia juga datang dari pemerintah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa IHSG berpotensi menyentuh level 10.000, bahkan lebih, pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Purbaya pada Rabu, 31 Desember 2025, menjelang pergantian tahun. Menurutnya, proyeksi positif ini didasari oleh semakin sinkronnya kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik.

Sebagai perbandingan, pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG ditutup di level 8.646,94, dengan kenaikan tipis 0,03% atau 2,68 poin. Nilai transaksi saat itu mencapai Rp 20,61 triliun, melibatkan 39,54 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi, dengan 346 saham menguat. Memasuki perdagangan perdana tahun 2026, pasar keuangan domestik akan diwarnai oleh berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor akan menantikan rilis data PMI Manufaktur Indonesia periode Desember 2025 oleh S&P Global, yang akan memberikan gambaran kesehatan sektor manufaktur. Selain itu, risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari The Federal Reserve juga akan menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap pergerakan nilai tukar mata uang dan pasar saham global.

Dengan performa awal tahun yang memukau dan dukungan dari fundamental ekonomi yang solid serta optimisme pemerintah, IHSG diharapkan dapat melanjutkan tren positifnya. Para pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter global untuk mengidentifikasi peluang investasi terbaik di tahun yang baru ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar