Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah di awal tahun 2026. Setelah membukukan 24 rekor "All Time High" sepanjang tahun 2025, IHSG terus menunjukkan kekuatannya dengan menembus level 8.882 pada sesi I perdagangan 6 Januari 2026, memperkuat posisinya di zona hijau dan memicu optimisme di kalangan investor.

Related Post
Direktur Henan Asset, Markam Halim, mengungkapkan bahwa laju positif indeks ini tak lepas dari gelombang optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Dukungan fiskal yang semakin terarah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi pendorong utama di balik kinerja impresif ini. "Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menstimulasi perekonomian, dan ini memberikan sinyal positif bagi pasar," ujar Halim.

Halim menambahkan, tahun 2026 diprediksi akan diwarnai oleh sejumlah momentum penting yang berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Perayaan Imlek, disusul oleh Ramadan dan Idul Fitri, diharapkan dapat mendongkrak konsumsi dan aktivitas ekonomi secara signifikan. Momentum-momentum ini secara historis selalu menjadi penopang pertumbuhan, terutama di sektor ritel dan jasa.
Meski demikian, Markam Halim juga mengingatkan bahwa pasar keuangan Indonesia tidak sepenuhnya bebas dari tantangan. Sentimen terkait kebijakan suku bunga global serta gejolak geopolitik dunia tetap menjadi faktor yang perlu dicermati, karena dapat memengaruhi aliran dana investasi ke pasar domestik. "Investor perlu tetap waspada terhadap dinamika eksternal yang bisa sewaktu-waktu mengubah arah pasar," tegasnya.
Untuk analisis lebih mendalam mengenai sentimen pendorong dan tantangan pasar keuangan RI di tahun 2026, simak dialog lengkap Andi Shalini dengan Direktur Henan Asset, Markam Halim, dalam program Power Lunch di Haluannews.id (Selasa, 06/01/2026).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar