Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan tipis 0,04% pada perdagangan hari ini, Selasa (29/7/2025), mengakhiri sesi di level 7.617,91. Pergerakan indeks yang nyaris stagnan ini terjadi di tengah volatilitas tinggi sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,24 triliun.

Related Post
IHSG sempat dibuka di zona merah dan berfluktuasi sebelum akhirnya ditutup sedikit menguat. Meskipun demikian, sentimen pasar tampak berhati-hati, terutama menjelang rilis data lowongan kerja AS (JOLTs) yang akan datang. Data ini menjadi perhatian utama pelaku pasar karena dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).

Saham-saham dari grup konglomerasi seperti Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, dan Toto Sugiri, yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG, kali ini kurang memberikan kontribusi signifikan. Sektor perbankan juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.
Emiten Sinar Mas Multiartha (SMMA) menjadi pemberat utama IHSG dengan penurunan 12,56%, meskipun sempat melonjak di awal sesi. Sementara itu, saham emiten Prajogo (BRPT) menjadi penopang utama dengan kenaikan 5,67%.
Pelaku pasar kini fokus pada data JOLTs AS yang akan dirilis malam ini. Jika data tersebut menunjukkan lonjakan, ekspektasi pasar terhadap kebijakan hawkish The Fed akan menguat. Sebaliknya, jika data melemah, potensi sikap dovish akan terbuka, memberikan angin segar bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah Indonesia tetap optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat mencapai target 5%. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama mengingat sektor manufaktur yang belum pulih sepenuhnya dan tekanan eksternal yang masih membayangi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar