Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Senin (21/7/2025), melanjutkan tren kenaikan dalam 10 hari terakhir. IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 1,26% atau 91,86 poin, mencapai level 7.403,77.

Related Post
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini cukup ramai, dengan 339 saham mencatatkan kenaikan, 298 saham mengalami penurunan, dan 319 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 15,12 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,37 miliar saham dalam 1,89 juta transaksi. Kenaikan IHSG ini juga mendorong kapitalisasi pasar menjadi Rp 13.270 triliun.

Sektor teknologi dan properti menjadi bintang pada perdagangan hari ini, masing-masing mencatat kenaikan sebesar 7,74% dan 5,01%. Kinerja sektor teknologi didorong oleh kenaikan saham DCII (17,94%) dan WIRG (20,83%), sementara sektor properti ditopang oleh saham MINA yang melonjak 23,53%.
Saham-saham milik konglomerat menjadi penggerak utama IHSG, sementara beberapa saham blue chip justru menjadi pemberat. Saham DCII milik Toto Sugiri menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG dengan sumbangan 47,35 poin. Diikuti oleh saham BRPT dan CDIA milik Prajogo Pangestu yang masing-masing menyumbang 8,07 poin dan 7,3 poin. Saham konglomerat lainnya yang turut mendorong IHSG adalah PANI (6,12 poin), TOWR (4,51 poin), BRMS (2,46 poin), dan MBMA (2,32 poin).
Sebaliknya, saham-saham perbankan justru menjadi pemberat IHSG. Saham BMRI menyumbang -5,25 poin, BBRI -4,94 poin, dan BBNI -1,78 poin.
Penting untuk dicatat bahwa ini adalah pertama kalinya IHSG mencapai level 7.400 sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, sepanjang tahun ini hingga 20 Juli, indeks ditutup pada rentang 5.967,99-7.311,92. Sejak terperosok ke level 5.900-an pada 8 April 2025, IHSG telah menguat sebesar 24,06%.
Analis Pasar Modal dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penguatan IHSG saat ini dipengaruhi oleh dinamika Initial Public Offering (IPO) dan saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Permintaan yang kuat terhadap saham Prajogo Pangestu, terutama saham CDIA yang baru saja melantai di bursa, menjadi faktor pendorong utama. Sesuai dengan hukum pasar, selama permintaan tetap tinggi, harga saham akan terus mengalami apresiasi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar