IHSG Cetak Rekor! Saham Konglomerat Jadi Motor Penggerak

IHSG Cetak Rekor! Saham Konglomerat Jadi Motor Penggerak

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif dengan ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (21/7/2025). Kenaikan sebesar 1,18% atau 86,26 poin, membawa indeks menyentuh level 7.398,19, menandai level tertinggi sepanjang tahun ini.

COLLABMEDIANET

Momentum positif ini didorong oleh aktivitas perdagangan yang tinggi, dengan 340 saham mencatatkan kenaikan, sementara 305 saham mengalami penurunan, dan 311 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,28 triliun, melibatkan 30,76 miliar saham dalam 1,95 juta transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek naik, mencapai Rp 13.270 triliun.

 IHSG Cetak Rekor! Saham Konglomerat Jadi Motor Penggerak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor teknologi dan properti menjadi bintang pada perdagangan hari ini, masing-masing mencatat kenaikan signifikan sebesar 7,74% dan 5,01%. Kinerja sektor teknologi didorong oleh laju saham DCII (17,94%) dan WIRG (20,83%), sementara sektor properti ditopang oleh kenaikan MINA sebesar 23,53%.

Saham-saham milik konglomerat menjadi penggerak utama IHSG, mengungguli saham-saham blue chip yang justru memberikan tekanan. DCII milik Toto Sugiri menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 47,35 indeks poin. Diikuti oleh BRPT dan CDIA milik Prajogo Pangestu, yang masing-masing menyumbang 8,07 dan 7,3 indeks poin. PANI, TOWR, BRMS, dan MBMA juga turut memberikan kontribusi positif bagi IHSG.

Sebaliknya, saham-saham perbankan seperti BMRI, BBRI, dan BBNI menjadi pemberat indeks pada perdagangan hari ini. BMRI menyumbang -5,25 indeks poin, BBRI -4,94 indeks poin, dan BBNI -1,78 indeks poin.

Capaian IHSG hari ini merupakan level tertinggi sepanjang tahun 2025. Sejak awal tahun hingga 20 Juli, indeks bergerak dalam rentang 5.967,99 hingga 7.311,92. Dengan demikian, sejak terperosok ke level 5.900-an pada 8 April 2025, indeks telah menguat sebesar 23,96%.

Analis Pasar Modal Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penguatan IHSG saat ini dipengaruhi oleh dinamika Initial Public Offering (IPO) dan saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Permintaan yang kuat terhadap saham-saham Prajogo Pangestu, terutama yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia seperti Chandra Daya Investasi, menjadi faktor pendorong utama. Sesuai dengan hukum pasar, selama permintaan tetap tinggi, harga saham akan terus mengalami apresiasi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar