IHSG Bangkit! Sinyal Rebound di Tengah Volatilitas Global

IHSG Bangkit! Sinyal Rebound di Tengah Volatilitas Global

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan taringnya dengan dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis (16/10/2025), setelah tiga hari berturut-turut terkapar di wilayah negatif. IHSG menguat tipis 0,17% atau naik 13,50 poin, bertengger di level 8.064,68.

COLLABMEDIANET

Perdagangan pagi ini mencatatkan 226 saham yang berhasil menguat, sementara 80 saham mengalami penurunan, dan 272 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 296,07 miliar, melibatkan 225,07 juta saham dalam 33.836 kali transaksi. Sempat terjadi volatilitas sesaat setelah pembukaan, namun IHSG dengan cepat kembali ke jalur hijau dan bahkan sempat terapresiasi lebih dari 0,5%.

IHSG Bangkit! Sinyal Rebound di Tengah Volatilitas Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen positif juga terlihat di pasar Asia-Pasifik, yang turut menguat mengikuti jejak Wall Street. Kenaikan ini didorong oleh laporan laba yang kuat dari sektor perbankan. Namun, ketegangan perdagangan global masih membayangi, menciptakan kondisi pasar yang fluktuatif.

Di Australia, indeks acuan ASX/S&P 200 naik tipis 0,16% menjelang rilis data ketenagakerjaan September. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 0,95% dan Topix menguat 0,8%. Pasar Korea Selatan juga menunjukkan optimisme dengan kenaikan indeks Kospi sebesar 1,09% dan Kosdaq sebesar 0,2%.

Namun, kontrak berjangka Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan lebih rendah, mengindikasikan potensi pembukaan pasar yang melemah di tengah ketidakpastian global.

Investor juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri. Tekanan deflasi di China masih berlanjut dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (CPI) sebesar 0,3% (yoy) pada September 2025, menandakan permintaan domestik yang masih lemah.

Di dalam negeri, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia naik menjadi US$431,9 miliar per Agustus. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan penerimaan pajak.

Dari sisi korporasi, Danantara mengumumkan langkah efisiensi besar dengan pemangkasan jumlah komisaris BUMN dan penghapusan bonus tahunan, yang diklaim dapat menghemat hingga Rp8,28 triliun per tahun. Kementerian Keuangan juga meluncurkan kanal pengaduan "Lapor Pak Purbaya" untuk memperkuat transparansi fiskal.

Sementara itu, pasar global menanti rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel September dari Amerika Serikat, yang akan menjadi petunjuk arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar