IHSG Ambles Tajam! Data Penting Bikin Investor Panik?

IHSG Ambles Tajam! Data Penting Bikin Investor Panik?

Haluannews Ekonomi – Bursa saham Tanah Air mengawali pekan ini dengan catatan merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan pada Senin (2/6/2025), anjlok 0,58% ke level 7.134,49. Pergerakan negatif ini semakin dalam beberapa menit kemudian, hingga mencapai koreksi 0,97%. Dari total saham yang diperdagangkan, 188 saham menguat, 81 melemah, dan 326 stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 1,03 triliun dengan volume 815 juta saham dalam 47.794 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun menyusut menjadi Rp 12.392 triliun.

COLLABMEDIANET

Pekan perdagangan yang hanya berlangsung empat hari (Senin-Kamis) karena libur Idul Adha, justru diwarnai rilis sejumlah data ekonomi krusial, mulai dari inflasi hingga neraca perdagangan. Sentimen eksternal juga turut memengaruhi, terutama perang dagang dan data manufaktur sejumlah negara.

IHSG Ambles Tajam! Data Penting Bikin Investor Panik?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu data penting yang dinantikan adalah rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Mei 2025 oleh S&P Global. Pada April 2025, sektor manufaktur mencatat kontraksi dengan PMI 46,7, kinerja terburuk sejak Agustus 2021. Angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi, sementara di atasnya menunjukkan ekspansi.

Selain PMI, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2025 dan Neraca Perdagangan April 2025. Konsensus pasar memproyeksikan deflasi bulanan (mtm) sebesar 0,1%, sementara inflasi tahunan (yoy) diperkirakan mencapai 1,89%. Deflasi berulang kali sepanjang tahun ini berpotensi menjadi sinyal negatif, mencerminkan pelemahan daya beli.

Neraca perdagangan April 2025 juga menjadi sorotan, khususnya dampak kebijakan perang dagang. Proyeksi surplus diperkirakan mengecil menjadi US$ 2,7 miliar dari US$ 4,33 miliar pada Maret 2025. Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menaikkan tarif impor baja menjadi 50% juga menambah ketidakpastian. Uni Eropa bahkan telah melayangkan kritik dan mengancam akan melakukan tindakan balasan.

Data PMI manufaktur negara lain seperti AS, Jepang, ASEAN, dan China juga akan dirilis pekan ini, memberikan gambaran dampak perang dagang terhadap aktivitas manufaktur global. Data ketenagakerjaan AS, Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) untuk April 2025, juga akan menjadi perhatian.

Pemerintah sendiri akan merilis paket insentif ekonomi pada 5 Juni 2025 untuk mendorong aktivitas ekonomi dan daya beli. Namun, dengan berbagai sentimen negatif yang membayangi, IHSG tampaknya akan menghadapi tantangan berat dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar