IHSG 2025: Naik Tipis di Tengah Badai Global, Asing Pilih-Pilih!

IHSG 2025: Naik Tipis di Tengah Badai Global, Asing Pilih-Pilih!

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menutup tirai tahun 2025 dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil mengukuhkan posisi di level 8.646 pada perdagangan 30 Desember 2025. Meskipun mencatatkan kenaikan tipis 0,03%, performa ini terjadi di tengah lanskap ekonomi global yang bergejolak, memicu sikap selektif dari investor asing. Refleksi mendalam mengenai kinerja emiten sepanjang tahun 2025 serta proyeksi strategis untuk tahun 2026 menjadi sorotan utama dalam program Closing Bell Haluannews.id, yang menghadirkan ulasan dari Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia, Gilman Pradana Nugraha, bersama Shafinaz Nachiar.

COLLABMEDIANET

Gilman Pradana Nugraha menyoroti bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi emiten di bursa saham Tanah Air. Gejolak geopolitik, inflasi global yang persisten, serta kebijakan moneter ketat di berbagai negara maju, telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan. Kondisi ini secara langsung memengaruhi aliran modal asing, yang cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam menempatkan investasinya. "Investor asing tidak lagi hanya melihat potensi pertumbuhan, tetapi juga ketahanan perusahaan terhadap guncangan eksternal dan fundamental yang kuat," ujar Gilman dalam wawancara eksklusif di Haluannews.id.

IHSG 2025: Naik Tipis di Tengah Badai Global, Asing Pilih-Pilih!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menatap tahun 2026, Asosiasi Emiten Indonesia memproyeksikan bahwa volatilitas pasar masih akan menjadi faktor dominan. Oleh karena itu, strategi adaptif dan inovatif menjadi kunci bagi emiten untuk tetap kompetitif dan menarik di mata investor. Gilman menekankan pentingnya diversifikasi portofolio, efisiensi operasional, serta fokus pada pasar domestik yang relatif stabil sebagai langkah mitigasi risiko. Selain itu, transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) akan semakin krusial dalam membangun kepercayaan investor, baik lokal maupun internasional, di tengah iklim investasi yang penuh perhitungan.

Dengan demikian, meskipun IHSG menutup tahun 2025 dengan sedikit penguatan, sinyal kehati-hatian dari investor asing menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan. Prospek tahun 2026 menuntut kesiapan emiten untuk menghadapi dinamika pasar yang kompleks dengan strategi yang matang dan fundamental yang kokoh. Diskusi lebih lanjut mengenai refleksi dan proyeksi ini dapat disimak secara lengkap melalui tayangan Closing Bell Haluannews.id.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar