Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap menyambut periode kepemimpinan baru untuk tahun 2026-2030. Di tengah spekulasi hangat mengenai bursa calon direksi, Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi, akhirnya buka suara. Ia mengonfirmasi kebenaran kabar mengenai paket calon direksi yang dipimpinnya, yang akan maju dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menentukan pimpinan regulator pasar modal Tanah Air. "Insya Allah benar," ujar Iding kepada Haluannews.id pada Rabu.

Related Post
RUPSLB yang akan datang menjadi momen krusial bagi masa depan pasar modal Indonesia. Sejumlah nama kuat dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi pasar modal, perbankan, hingga korporasi nasional, telah beredar dalam beberapa paket calon direksi. Salah satu paket yang paling banyak dibicarakan adalah tim yang dipimpin oleh Iding Pardi.

Iding Pardi sendiri saat ini menjabat sebagai Direktur Utama KPEI, sebuah lembaga sentral dalam infrastruktur pasar modal yang bertanggung jawab atas kliring dan penjaminan transaksi bursa. Pengalamannya di KPEI memberinya pemahaman mendalam tentang operasional dan integritas pasar.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa tim Iding Pardi diperkuat oleh deretan nama yang memiliki rekam jejak strategis dan beragam, mencerminkan komitmen terhadap tata kelola dan pertumbuhan. Mereka berasal dari perusahaan sekuritas terkemuka, lembaga pendukung pasar modal, hingga institusi pemeringkat kredit.
Adapun anggota tim Iding Pardi yang telah terkonfirmasi antara lain:
- Zaki Mubarak, yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT Elit Sukses Sekuritas, membawa perspektif dari sisi broker.
- Yulianto Aji Sadono, yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri, menawarkan pemahaman internal operasional bursa.
- Umi Kulsum, Direktur KPEI, yang akan melengkapi pemahaman tim terhadap aspek kliring dan penjaminan.
- Ahmad Subagja, mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas, dengan pengalaman kepemimpinan di sektor sekuritas.
- Yohannes Liauw, Direktur Pefindo Biro Kredit, yang akan memperkaya tim dengan keahlian di bidang penilaian risiko dan informasi kredit.
- Andre Tjahjamuljo, Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia, menambah kekuatan tim dari sisi investasi global dan pasar modal internasional.
Meskipun telah membenarkan kabar tersebut, Iding Pardi belum dapat mengungkap lebih jauh detail program prioritas serta visi dan misi yang akan diusung timnya. "Detailnya sedang dirumuskan tim," ungkapnya.
Namun, Iding menegaskan bahwa salah satu fokus utama pihaknya adalah memperkuat tata kelola manajemen. Ia meyakini bahwa tata kelola yang kuat merupakan fondasi esensial untuk membangun kepercayaan para pelaku pasar modal dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. "Yang jelas kami ingin governance (tata kelola) menjadi fondasi untuk kepercayaannya (trust) dan pertumbuhan (growth) pasar modal," pungkasnya, memberikan sinyal prioritas utama timnya dalam memimpin BEI ke depan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar