Haluannews Ekonomi – Keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memindahkan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank Himbara, mendapat sorotan tajam dari pelaku pasar internasional. Liew Kong Qian, Direktur Eastspring Investment Indonesia, menilai langkah tersebut sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif di program Squawk Box, Haluannews.id, Jumat (19/9/2025).

Related Post
Peningkatan likuiditas, menurut Liew, berpotensi signifikan memicu ekspansi kredit perbankan. Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan daya serap pasar dan kemampuan nasabah. "Peluangnya besar, tetapi demand dan kemampuan menyerap kredit harus dikaji cermat," ujarnya.

Lebih lanjut, Liew menekankan peran penting stimulus fiskal pemerintah dalam mendorong permintaan kredit. Stimulus ini diharapkan mampu memacu ekspansi bisnis dan meningkatkan penyerapan kredit perbankan. Pemerintah, lanjutnya, juga perlu meningkatkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian/Lembaga untuk menggenjot konsumsi domestik.
Kebijakan ini, meskipun berpotensi positif, tetap menyimpan sejumlah risiko. Para investor asing, menurut pengamatan Haluannews.id, tengah mencermati dampak jangka panjang dari kebijakan ini terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Kemampuan pemerintah dalam mengelola stimulus fiskal dan memastikan penyaluran kredit yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah: akankah suntikan likuiditas ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, atau justru memicu gelembung aset yang berisiko? Waktu yang akan menjawabnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar